Alpukat, Harta Terpendam di Bumi Toraja Utara

aa | Senin, 15 Oktober 2018 , 22:02:00 WIB

Swadayaonline.com - Bila kita berbicara Hb BB mengenai Kabupaten Toraja Utara tentu yang ada dalam ingatan kita adalah lokasi yang indah dengan pemandangan alam luar biasa. Sebut saja objek wisata Negeri di Atas Awan, Pekuburan Londa, Rumah Adat Ke’te Kesu’ serta objek wisata religi seperti salib Singki’ yang merupakan salah satu dari sekian banyak tujuan wisata terkenal ke seluruh penjuru dunia.
    
Di samping keindahan tersebut, ternyata alam kabupaten Toraja Utara dapat menghasilkan buah-buahan yang beraneka ragam salah satunya adalah alpukat (Persea Americana) yang kini berkembang dengan luas lahan sekitar 410 hektar dengan jumlah produksi pada tahun 2017 sebesar 896,4 ton. Rata-rata produksi per hektar 2.186 kg dengan jarak tanam 10 x 10 m.  

Pengembangan alpukat di kabupaten ini umumnya masih diusahakan secara tradisional dan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu juga memenuhi permintaan hotel dan restaurant yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Toraja Utara ini. Hal tersebut mudah dipahami mengingat jumlah wisatawan, hotel serta restoran terus meningkat dan membutuhkan pasokan buah secara kontinu. 
    
Alpukat kebanggaan kabupaten wisata ini memiliki ciri-ciri antara lain bentuk buah hijau panjang seperti pear (pyriform), daging buah tebal, kulit berwarna hijau serta rasa yang gurih seperti mentega.  Alpukat di Toraja Utara sudah mulai berbuah di usia sekitar 2 sampai 3 tahun. Satu pohon mampu menghasilkan  60 – 90 kg dengan berat rata-rata per buah 0,3 – 0,5 kg.  Sentra produksi dominan di dataran  tinggi meliputi Kecamatan Baruppu, Kecamatan Buntu Pepasan, dan Kecamatan Rindingallo.

Puncak panen pada November – Desember dan ketika memasuki masa panen, alpukat ini banyak ditemukan di pasar-pasar Kabupaten Toraja Utara.  Ada juga dijual sampai ke Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, dengan rata-rata harga jual buah alpukat di pasar tradisional sekitar Rp 20.000/kg.  

Adapun manfaat buah alpukat antara lain dapat mengatur gula darah, mencegah cacat janin, menjaga kesehatan jantung, menurunkan berat badan. Selain itu dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan mata, digunakan sebagai bahan kosmetik dan masih banyak lagi.
    
Melihat potensi alpukat di Kabupaten Toraja Utara maka Direktur Buah dan Florikultura, Sarwo Edhy mengharapkan agar pengembangan alpukat di Kabupaten Toraja Utara dapat dilakukan dengan memperhatikan kaidah budidaya yang baik dan benar sesuai standar GAP dan SOP.

"Harapannya agar pengembangan alpukat di Kabupaten Toraja Utara dapat dilakukan dengan memperhatikan kaidah budidaya yang baik dan benar (GAP/SOP), sehingga dapat meningkatkan mutu dan jumlah produksi buah serta menembus pasar yang lebih luas", jelas Sarwo.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara, Medan Sandabunga, SP mengharapkan agar alpukat Toraja Utara bisa dinikmati oleh semua kalangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami berharap alpukat lokal ini bisa dinikmati oleh semua kalangan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura di Kabupaten Toraja Utara", ujar Medan. SY/HMSH