Petani Gunung Kidul Akan Gunakan Largo Super Untuk Mengungkit Produktivitas Padi

aa | Kamis, 18 Oktober 2018 , 18:06:00 WIB

Swadayaonline.com - Potensi peningkatan produktivitas padi dan peluang optimalisasi pemanfaatan luas lahan padi tadah hujan di Gunungkidul DIY sangat besar. Menurut Kabid  Tanaman Pangan Dinas Pertanian Gunungkidul (Raharjo Yuwono), luas lahan kering di kabupaten Gunungkidul berkisar 37.000 – 40.000 hektar dan ditanami padi gogo seluas 42.000 hektar setahun. Luasan ini sangat besar dibandingkan padi sawah yang hanya 7.865 ha dan rata-rata ditanami padi seluas 15.000 hektar setahun.

Badan Litbang Pertanian, dalam hal ini melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (puslitbangtan) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta sangat menaruh perhatian besar dalam upaya peningkatan produktivitas padi lahan kering tersebut. Perhatian besar ini diwujudkan dalam program pengembangan tanaman padi di bawah tegakan tanaman kayu putih seluas 100 ha di dusun Mengger Kecamatan Nglipar yang telah siap untuk dimulai segera setelah curah hujan cukup untuk tumbuhnya bibit tanaman padi.

Pengembangan tanaman padi disini akan menggunakan teknologi Larikan Gogo Super (LARGO SUPER) yang merupakan teknologi terkini budidaya padi lahan kering. Dinas Pertanian Gunungkidul, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan petani sangat mendukung pengembangan ini dan kompak belajar bersama-sama dalam satu tujuan peningkatan produktivitas padi mendukung program ketahanan pangan Indonesia. 

Serupa dengan Jarwo Super yang selama dua tahun terakhir ini telah dikembangkan di lahan sawah irigasi di DIY, Largo Super ini nantinya akan sarat dengan penerapan teknologi. Mulai pengaturan jarak tanam jajar legowo 2:1, penggunaan benih unggul (antara lain varietas Inpago dan Rindang), mikroba perombak bahan organik yang disebut sebagai biodekomposer, penggunaan pupuk hayati untuk menyelimuti benih padi, pengendalian hama dan penyakit tanaman hingga penerapan mekanisasi pertanian. Alat pertanian yang digunakan disini adalah alat tanam benih langsung (ATABELA) yang ditujukan untuk mempercepat waktu tabur benih dan menghemat jumlah tenaga tabur benih.

Didampingi Mulyadi, peneliti sekaligus koordinator kegiatan ini, para ketua kelompok tani, salah satunya adalah ketua KT. Sedyo Utomo (Yatin) mengungkapkan bahwa teknologi Largo Super ini benar-benar hal baru bagi petani dan sangat besar harapan untuk berhasil meningkatkan produktivitas padi disini, harapnya.

Menggarisbawahi bahwa teknologi ini merupakan hal baru bagi petani, maka BPTP Balitbangtan Yogyakarta melakukan pendampingan massif disini, hari ini dilaksanakan bimbingan teknis dan uji coba penggunaan ATABELA oleh peneliti alsintan Mahargono Kobarsih. Dalam proses bimbingan teknis, terjadi proses belajar, inisiatif, ide dan umpan balik dari para petani terkait ATABELA. Inilah salah satu fungsi hadirnya BPTP di kelompok tani, yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani melalui keterlibatan aktif petani dalam proses belajar bersama, antara lain melalui bimbingan teknis.

Diharapkan model pengembangan teknologi budidaya padi gogo dengan larikan gogo dan penerapan mekanisasi pertanian dapat meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan produksi dan produktivitas padi lahan kering Kabupaten Gunungkidul. SY/HMSL