Lahan Rawa Solusi Produksi Pangan Nasional

aa | Jum'at, 19 Oktober 2018 , 07:40:00 WIB

Swadayaonline.com - Peringatan HPS Ke-38 tahun 2018 kali ini Indonesia mengusung tema "Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045" tema tersebut diusung karena sesuai dengan visi Kementerian Pertanian untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat pangan.

HPS ke-38 tahun 2018 diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 21 Oktober 2018 di Kecamatan Jejangkit,  Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Acara di hadiri oleh Menteri Koordinator  Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Pertanian Andi Amran sulaiman, Ketua DPR Bambang Susatyo, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor Potrait, serta 22 diplomat dari berbagai Negara.

Peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini diselenggarakan di tengah hamparan rawa, hal ini karena Kementerian pertanian berkomitmen mengoptimalisasi lahan rawa untuk meningkatkan produksi pangan nasional. 

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian menilai pemanfaatan lahan rawa untuk meningkatkan produksi adalah hal yang menarik dan strategis, karena membangunkan lahan tidur untuk menambah suplay dan produksi pangan nasional tanpa harus membuka lahan hutan. Menurut Darmin pembukaan lahan rawa ini juga merupakan hal yang menantang karena harus dilakukan secara sustainable atau berkelanjutan.

Menteri Pertanian , Andi Amran Sulaiman berkata “Keistimewaan  lahan rawa yaitu memiliki ketersediaan air yang tiada henti sepanjang tahun. Ketika di daerah lain mengalami musim kemarau bahkan kekeringan, di lahan rawa justru dapat berproduksi secara optimal” ujarnya.
Langkah pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan lahan rawa sebagai lumbung pangan nasional mendapat apresiasi dari FAO. Menurut Stephen Rudgard perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, kegiatan ini merupakan upaya serius pemerintah Indonesia dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, mengurangi kemiskinan dan kelaparan.

Menurut Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor Potrait  selaku tuan rumah HPS Ke-38 mengatakan bahwa “pengoptimalisasian lahan rawa menjadi lahan produktif merupakan pekerjaan besar, saat ini 4.000 hektar lahan rawa Jejangkit siap ditanam dan dipanen dan ini merupakan hasil sinergitas kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah” ujarnya. Sahbirin meyakini tidak ada pekerjaan besar yang tidak bisa diselesaikan, dan lahan rawa jejangkit menjadi buktinya.

Amran berharap pembukaan lahan rawa ini menjadi bukti sekaligus harapan bagi masa depan kedaulatan pangan Indonesia. SY/HMSL