CPNS Alumni Latsar Terampil Ciptakan Alat Jarwo Super Untuk Petani

aa | Kamis, 08 November 2018 , 22:55:00 WIB

Swadayaonline.com - Dengan makin berkembangnya sektor pertanian yang modern, mekanisasi pertanian yang mudah diaplikasikan berperan penting dalam melakukan olah tanam dan panen. Yaitu Andi Kumala Sakti seorang CPNS dari THL TBPP yang baru menyelesaikan pelatihan dasar terampil di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Andi bersama rekan-rekan seperjuangan dari THL TBPP di BPP Kecamatan Ungaran Barat, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, berhasil membuat terobosan baru dengan membuat alat jarak tanam sistem jajar legowo atau yang lebih dikenal dengan Jarwo. 

Alat ini tidaklah sefenomenal inovasi spektakuker seperti rice tranplanter, combine harvester atau alsintan lainnya. Tetapi alat sederhana ini mampu membuat petani di daerah Semarang lebih muda dalam melakukan penanaman padi maupun jagung. Alat Jarwo ini selain mempermudah penanaman juga mudah dalam melakukan perawatan terhadap tanaman padi/ jagung kita, karena ada jarak dan tempat untuk kaki berpijak, selain itu tanaman menjadi rata dan seragam dalm penyinaran matahari, perawatan alat mudah dan sederhana serta awet dan kuat. 

Awal mula menciptakan alat ini, digunakan oleh petani di Desa keji Kecamatan Ungaran Barat serta Poktan Sidodadi II di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang dengan menanam padi menggunakan sistem jarwo 2:1. Alat jarwo dapat diterapkan pada lahan padi dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm dengan sisipan 12,5 cm dengan legowo 35 cm. Petani senang menggunakan alat jarwo tersebut karena murah dan mudah menggunakan. Petani juga bisa membuat serta merakit sendiri alat jarwo sesuai dengan arahan dari penyuluh THL TB yang mendampingi mereka. 

Agar dapat diaplikasikan juga di BBPP Ketindan, Andi Kumala Sakti sengaja membuat kembali alat jarwo dan memberi kenang-kenangan alat tersebut saat penutupan latsar terampil dan diterima secara langsung oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Dadan Sunarsa yang mewakili Kepala BBPP Ketindan. Dadan sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh penyuluh THL TBPP yang gigih memperjuangkan petani di Kabupaten Semarang. SY/YNI