Pimpin Apel Pagi, Mentan Apresiasi Keramahan dan Kebersihan BBPP Ketindan

aa | Sabtu, 24 November 2018 , 08:13:00 WIB

Swadayaonline.com - Rutinitas apel pagi yang biasa dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan mendadak menjadi sangat istimewa. Dimana saat apel pagi berjalan, tiba-tiba datang rombongan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman beserta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono beserta staf ahli menteri, Sam Herodian dan sejumlah pejabat lainnya lingkup Kementerian Pertanian, kemudian Mentan berada dihadapan seluruh peserta apel pagi. Bahagia terpancar dari seluruh peserta apel pagi karena dihadapan mereka hadir sosok orang pertama di Kementerian Pertanian yang selama ini hanya mereka tahu dari media cetak maupun online dan elektronik.

Dalam arahannya kepada seluruh peserta apel pagi, Menteri Pertanian sangat mengapresiasi seluruh jajaran BBPP Ketindan yang konsisten selalu menghadirkan suasana sejuk, bersih dan ramah. Mentan salut dengan tanggungjawab dari semua pegawai, ada atau tidak ada pejabatnya tupoksi tetap dijalankan dengan baik, salah satunya dengan menghadirkan lingkungan bersih, tertata dan rapi. Amran Sulaiman memuji kepemimpinan Kresno Suharto yang bisa memberi kepercayaan dan membina anak buahnya dengan baik disamping juga pembinaan melalui apel pagi setiap hari. Mentan kemudian melanjutkan arahannya tentang capaian kinerja Empat Tahun Kementerian Pertanian, seperti inflasi turun menjadi 1%, peningkatan ekspor dan pemangkasan birokrasi, mengkondisikan suasana bisnis di bidang pertanian yang lebih kondusif dengan memblack list beberapa importir nakal, mendapatkan predikat bebas korupsi dari KPK, dan kemiskinan turun di perdesaan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang maksimal untuk merubah diri sendiri menjadi lebih baik. Perubahan itu dimulai dari peningkatan kompetensi diri, motivasi bekerja lebih kuat, bekerja cerdas dan jujur.

Disamping memberikan arahannya, Mentan juga berdialog dengan peserta diklat dari unsur THL TB PP yang sedang mengikuti diklat IPDMIP. Dalam dialog bersama Kuswanto peserta dari Lamongan, terungkap bawasannya penyuluh tersebut tidak bisa diangkat karena usia melewati batas usia sesuai dengan UU. Lebih lanjut Mentan juga memotivasi semua penyuluh baik yang belum diangkat menjadi ASN maupun yang sudah agar senantiasa bekerja keras dan amanah terutama dalam mendampingi petani. Kunci sukses keberhasilan seseorang adalah sungguh-sungguh bekerja, tidak melihat suatu jabatan yang diinginkan serta jujur. Diakhir Mentan mengapresiasi kepada Kuswanto atas kegigihannya masih bertahan dan sungguh-sungguh menjadi penyuluh walau tidak bisa terangkat menjadi PNS tapi tetap mengabdi hingga usia mencapai 54 tahun. Menteri Pertanian lalu memberi  20 ekor ayam petelur yang siap diternakkan dengan harapan bisa memberi manfaat niali tambah perekonomian keluarga. SY/YNI