Polbangtan Medan Akan Siapkan Lulusan Ahli Kopi

aa | Jum'at, 30 November 2018 , 05:59:00 WIB

Swadayaomline.com - Komoditi kopi merupakan salah satu andalan Sumatera Utara, yang perkebunanya banyak tersebar di beberapa Kabupaten seperti Kabupaten Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Dairi, Samosir, Karo, Tapanuli Utara, Simalungun, dan lainnya. Hal tersebut membuat warung atau cafe banyak tersebar dan selalu ramai oleh masyarakat penikmat kopi.

Melihat prospek dan semakin berkembangnya komoditas kopi tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Pendidikan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, akan menambahkan pendidikan dalam kurikulum khusus kopi untuk program Diploma 1 (D1). 

Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti saat kunjungannya ke Polbangtan Medan mengatakan saat ini telah terjalin kerjasama dengan Starbucks di Dubai agar lulusannya bisa bekerja di Starbucks yang ada di seluruh dunia. "Dubai merupakan salahsatu yang mempunyai potensi dalam pengembangan kopi di dunia, sehingga kedepan lulusan Polbangtan juga bisa bekerja disana", ujarnya. (29/11/2018)

Idha Widi Arsanti mengungkapkan apresiasi atas kesiapan yang sudah dilakukan Polbangtan Medan yang akan meluncurkan pendidikan khusus kopi, yang perijinannya saat ini masih di Kemenristekdikti. "Semoga lulusannya bisa langsung bekerja dan menjadi wirausaha kopi. Prospek usaha kopi ini sangatlah menjanjikan, terutama di Sumatera Utara yang banyak sekali para penikmat kopi", tegasnya.

Agar lebih Romantic, Idha Widi juga meminta kepada para mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan baik dari segi manajemen, promosi sampai peracikan kopi. Dalam peracikan kopi, diharapkan mampu menangkap selera pemuda milenial saat ini seperti membuat kopi rasa buah atau lainnya tanpa mengurangi rasa khas kopinya.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan telah melakukan identifikasi 100 warung kopi yang berada disekitar kampus polbangtan, dan sudah ada 10 yang akan launching bekerjasama dengan polbangtan. "Kerjasama tersebut semacam franchise, warung atau cafe harus memakai branded dan standarisasi Polbangtan Medan. Mulai dari desain, higinitas, manajemen, sampai bahan racikan dan lainnya", ucapnya.

Yuliana menambahkan, tidak hanya menyuguhkan kenikmatan kopinya saja, nantinya juga akan memasukkan edukasi tentang sejarah, dan jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia berupa pamplet-pamplet di dalam warung atau cafenya. "Setiap warung kopi yang memakai branded Polbangtan Medan akan di tempatkan satu masiswa dan dosen yang ahli, sehingga nantinya bisa meningkatkan pendapatan pemilik warung dan enterpreneurnya bahkan bisa meningkatkan kelas konsumennya dari menengah kebawa menjadi menengah keatas", kata Yuliana.

"Kopi yang disajikan nanti, berasal dari para petani binaan Polbangtan Medan sehingga bisa meningkatkan pendapatan petaninya. Selama ini mahasiswa sudah melakukan magang dan pembinaan di sentra kopi, dari kegiatan tersebut para mahasiwa melakukan kerjasama untuk memasarkannya baik kopi yang sudah dikenal maupun kopi lokal yang sudah mendapat sertifikasi Indikasi Geografis (IG). SY