Mantapkan Program Bekerja, Kementan Adakan FGD Pola Pembibitan Ayam KUB

aa | Minggu, 02 Desember 2018 , 17:04:00 WIB

Swadayaonline.com - Jelang akhir tahun, BBP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Teknologi Pertanian) menyelenggarakan Focus Group Discussion Pola Perbibitan Ayam KUB Mendukung Program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera).  Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi program #Bekerja dan kegiatan pola perbibitan ayam KUB yang telah dilaksanakan di beberapa BPTP, serta untuk mempersiapkan kegiatan yang sama di tahun 2019.  

Bertempat di Aula BPTP Lampung, FGD yang diselenggarakan pada 29-30 November 2018 ini diikuti oleh kurang lebih 40 orang yang berasal dari BPTP Nusa Tenggara Barat, BPTP Jawa Timur, BPTP Jawa Tengah, BPTP Yogyakarta, BPTP Jawa Barat, BPTP Banten, BPTP Lampung, serta UPT yang akan mendapatkan tugas di tahun 2019 yaitu BPTP Kalimantan Barat, BPTP Jambi dan BBP2TP.  Hadir sebagai narasumber, Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Ir. Bambang Pamudji, M.Si, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Balitbangtan Dr. Atien Prihanti, Kepala BBP2TP Dr Haris Syahbuddin, DEA dan Carlim dari PT Sumber Unggas, yang merupakan pemegang lisensi ayam KUB, Kepala BPTP Jawa Tengah Dr. Harwanto dan Kepala BPTP Jawa Barat Dr. Liferdi Lukman turut berbagi pengalaman program Bekerja  yang telah dilaksanakan.  

Inspektur III memaparkan rambu-rambu pengadaan pada program Bekerja.  Hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi BPTP yang akan melaksanakan kegiatan ini pada tahun 2019. 

“Titik kritis pengadaan pada kegiatan bekerja diantaranya yaitu spesifikasi teknis ayam KUB dan penyedia terbatas, pakan dan obat-obatan yang seringkali gagal lelang, sertta penyediaan kandang dan perlengkapan yang tidak tepa waktu dan sesuai dengan kedatangan DOC,” jelas Bambang.  

Dalam pemaparannya, Atien Prihanti menyampaikan bahwa model perbibitan pola strata 1 yang ada di BPTP ditujukan untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan DOC untuk program bekerja. Pola strata 1 ini merupakan perbibitan yang dilakukan oleh BPTP dan Balitnak.  Oleh karena itu Kapasitas BPTP diperkuat dalam bentuk sarana dan prasarana.  

Sedangkan Haris Syahbuddin menyatakan bahwa pendampingan dibutuhkan untuk menjamin adopsi inovasi teknologi. 

“Masyarakat sudah mulai berkembang dan melakukan adaptasi dan memodifikasi cara pemeliharaan baik pemeliharaan kandang maupun peralatan kandang. Pendampingan sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan,”terangnya. 

Dalam FGD ini juga disampaikan hasil pelaksanaan kegiatan program bekerja maupun pola perbibitan yang dilaksanakan oleh BPTP pada tahun 2018.  Beberapa kendala dan juga kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan  disampaikan oleh para penyaji.  Solusi kendala yang belum dipecahkan didiskusikan bersama.

Pada hari kedua, dilakukan kunjungan lapang ke RTM (rumah tangga miskin) yang menerima bantuan ayam KUB di Desa Bumijaya dan Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.  Kepada para peserta FGD, penerima ayam KUB mengaku sangat senang dengan adanya bantuan ayam KUB dan mereka berminat untuk belajar penetasan dengan mesin penetas.  Tak ketinggalan mereka menitipkan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuannya yang dapat meningkatkan pendapatan mereka kelak. SY/HMSL