PIS Agro Serahkan Kurikulum Kopi dan Kakao ke Polbangtan

aa | Jum'at, 07 Desember 2018 , 17:16:00 WIB

Swadayaonline.com - Menindaklanjuti MoU antara Kepala Badan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono dengan PIS Agro yang disaksikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Ketua Umum Kadin Indonesia, kini dituangkan dalam bentuk perjanjian kerjasama meningkatkan kapasitas membangun SDM sebagai wirausaha muda terutama di 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang ada di Indonesia.

Momon Rusmono menyampaikan bahwa PIS Agro telah menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan dunia usaha dan industri, mengembangkan pola pembelajaran dengan sistem proses pembelajaran yang disesuai dengan situasi nyata di dunia usaha dan industri yang bisa dilaksanakan didalam kampus dan induasri. "Teman-teman dari industri juga bersedia menjadi praktisi di Polbangtan, dunia industri siap di jadikan tempat untuk magang baik mahasiswa maupun dosen, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat", tambahnya. (7/12/2018)

Penyerahan modul kopi dan kakao dari PIS Agro menurut Momon untuk dikerjasamakan dengan Kepala Pusat Pendidikan BPPSDMP Kementan. Dunia usaha sudah menyusun kurikulum kopi dan kakao sesuai kebutuhan industri, dan akan disesuaikan dengan kurikulum Polbangtan dan untuk balai pelatihan BPPSDMP, mulai dari aspek budidaya sampai pengolahan.

Momon menambahkan bahwa lulusan Polbangtan nantinya tidak hanya mendapatkan ijasah pendidikan, tetapi juga akan mendapatkan sertifikat keahlian. Dirinya mencontohkan seperti pada program agribisnis peternakan, mahasiswa akan mendapatkan sertifikat inseminator atau paramedis setelah di uji pada setiap semesternya, sehingga nantinya bisa digunakan di dunia usaha dan dunia industri.

Wisman Jaya, salah seorang perwakilan dari PIS Agro mengatakan organisasinya merupakan berbasis pada perusahaan-perusahaan agriculture. "Masa depan PIS Agro bisa ada, kalau petani berkelanjutan. Keberlanjutan petani tergantung bagaimana pendapatannya. Kalau pendapatan seperti ngojek lebih baik, maka kita akan kehilangan para petani", ujarnya.

"Kita berikan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan seluruh perusahaan swasta, dan kurikulum yang diajarkan semoga bisa disesuaikan dengan keinginan pemerintah. Sehingga apa yang dilakukan petani, bisa sesuai dengan keinginan swasta. Kita senang sekali diikut sertakan di Polbangtan, sehingga apa yang akan kita sampaikan untuk budidaya bisa selaras", ujar Wisman. SY