LTT Sulut Sudah Aman

aa | Sabtu, 08 Desember 2018 , 22:35:00 WIB

Swadayaonline.com - Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, dalam mendorong upaya percepatan target realisasi, mengumpulkan para petugas data dan mantri tani untuk mengikuti pertemuan percepatan pelaksanaan pembinaan Jagung di Sulawesi utara. (8/12/2018)

Kegitan yang dibuka oleh Kadis Pertanian Sulut Ir.Novly G.Wowiling,MSi. juga dihadiri oleh beberapa kepala-kepala dinas kabupaten kota berlangsung dinamis dan penuh kekeluargaan. Betapa tidak Novly dengan tutur kata lembut dan bersahabat namun pedas, menguraikan dinamika permasalahan LTT Sulawesi Utara. Mulai dari kinerja layanan yang masih banyak keluhan sampai budaya sebagian petani yang masih harus digerakkan dengan bantuan.

Lebih lanjut Wowiling,menguraikan; bahwa memang Sulawesi Utara terkait dengan Luas Tambah Tanam (LTT), sampai saat ini lebih baik dari tahun kemarin. Karena saat ini Sulawesi Utara secara nasional kita sudah di zona aman. Namun beliau belum puas, karena bagi beliau tujuan utama program bukan hanya output capaian realisasi saja, tapi harus sampai menyentuh kebutuhan hakiki petani, yaitu NTP.

Sisa waktu yang ada, sebelum tanggal 15 Desember, beliau mengajak para petugas untuk terus menggerakkan petani menanam. Demikian dengan pihak ketiga yang mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan fasilitas petani,  walau dari sisa waktu ini adalah percepatan, tapi saya ingatkan tetap memperhatikan waktu, kualitas dan hindari mengadakan tidak memperhatikan kualitas. Imbuhnya mengakhiri sambutan.

Sementara Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. selaku sekretariat Upsus dan Opsin, dalam kesempatan memberikan materi terkait dengan evaluasi tambah tanam Pajale dan Strategi Percepatan Pelaksanaan tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara. 

Yusuf, mengawali pemaparan secara dialogis dengan peserta. Karena moderator Angel, meminta beliau sebelum mempresentasekan harus memperkenalkan diri dahulu. Karena beliau sebagai Kepala BPTP Balitbangtan yang baru, baru dikenal para petugas data. Lebih lanjut Yusuf memperkenalkan diri, bahwa sebelumnya beliau dari Timur (Ambon) dan di berikan kepercayaan ke Sulawesi Utara. dan perkenalan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.
Lebih lanjut Yusuf memaparkan materinya,  target Kementerian Pertanian minimal sama dengan tahun lalu. Bila target kita rendah akan berdampak tidak baik bagi kita di Sulawesi Utara. karena itu sangat berhubungan dengan alokasi bantuan Sulut. Untuk itu beliau mengajak peserta terutama para pencatat data dan pelapor data agar terus bangun koordinasi di lapangan dan terus melaporkan harian perkembangan tanam petani dilapangan,untuk kita naikkan LTT di tahun 2018.

Masih menurut Yusuf, strategi yang harus kita bangun adalah: koordinator pelaksana harus aktif memonitor realisasi LTT dan mempercepat solusi jika ditemukan kendala di lapangan. Bila temui kendala segeralah melakukan koordinasi keatas untuk mencari solusi pemecahannya. Seluruh koordinator dan anggota memastikan agar data LTT tercatat dalam data SP-Kecamatan dan mengawal data BPS kabpaten dan BPS Provinsi.  Pengawalan proses CPCL, pengadaan benih/ pupuk serta distribusinya sampai ke petani oleh koordinator dan anggota Tim. Dan Tim upsus kabupaten turun ke lapang mengidentifikasi jaringan irigasi bila menghambat LTT, agar segera ada solusi pemecahan, imbih Yusuf menutup materinya.

Pertemuan selama dua hari diikuti oleh 14 kabupaten kota dan beberapa Kadis Pertanian, serta para petugas data dan SP di masing-masing kabupaten kota di Sulawesi Utara. SY/HMSL