Sukseskan Gertam Cabai, BBPP Ketindan Gandeng KWT dan Sekolah

aa | Sabtu, 18 Maret 2017 , 12:40:00 WIB

Swadayaonline.com - Dalam rangka mendukung program Gerakan Tanam (Gertam) 50 juta pohon cabai Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang, mengajak dan membagikan bibit cabai kepada penggerak PKK, sekolah SD dan SMP, pondok pesantren, Dharma Wanita, Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Malang. (17/3/2017).

Hadir pada acara tersebut Kepala Desa, Lurah Lawang dan Sekretaris Camat Ketindan, serta pejabat dari Polsek, Polres, dan Koramil. Setelah pembagian bibit cabai, juga dilakukan penanaman pohon cabai bersama di lahan KWT Desa Ketindan. Kepala BBPP Ketindan, Djajadi Gunawan mengatakan sebanyak 18.500 bibit pohon akan dibagikan, namun untuk tahap awal baru 3000 bibit sudah diberikan.

Djajadi menambahkan, gertam cabai merupakan salah satu program Kementan selain UPSUS padi, jagung, kedelai, serta komoditas strategis lainnya dan UPSUS Siwab untuk ketahanan pangan. "Kita harus merubah pola pikir kita dahulu, kalau bisa menanam dan produksi cabai sendiri, kenapa kita harus membeli dipasaran. Kita bisa mengendalikan harga cabai yang melonjak, dengan menanam cabai di pekarangan rumah. Paling tidak, kita bisa mencapai ketahanan pangan desa," tambahanya.

Kepala Desa Ketindan, Suci Artining, mengungkapkan bahwa program gertam cabai sangat bagus untuk diadopsi masyarakat, mengingat harga cabai sudah terlalu tinggi. Menurutnya harga cabai rawit kecil saat ini di petani Rp. 120.000/kg, harga jual di pasar Rp. 140.000. Harga cabai besar di petani Rp. 22.000-24.000/kg, harga jual di pasar Rp. 34.000/kg. "Cabai bukanlah bukanlah prioritas utama bahan pokok sehari-hari, tapi kalau tidak ada dicari. Maka gertam cabai seperti di KWT adalah salahsatu untuk mengatasi kenaikan harga tersebut, bahkan kalau produksinya berlebihan bisa dijual ke pasar atau masyarakat sekitar," tegasnya.

Sementara Sekretaris Camat Ketindan mengatakan, gertam cabai juga salahsatu cara bagaimana masyarakat dapat mengkonsumsi cabai tanpa kimia/pestisida. Dengan menanam, merawat sendiri, cabainya akan lebih sehat dikonsumsi. "Saya berharap tak hanya cabai yang ditanam, tapi juga tanaman obat dan sayur lainnya. Sehingga Ketindan bisa menjadi kampung sayur, dan akan menjadi contoh bagi desa lainnya," ujarnya. SY