Strategi Pendidikan Vokasi Pertanian Menghadapi Revolusi Industri 4.0

aa | Kamis, 10 Januari 2019 , 09:12:00 WIB

Swadayaonline.com - Untuk maju, sebuah negara tentu harus melakukan perubahan di berbagai bidang. Apalagi saat ini, ketika Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 di mana persaingan kian ketat.

Salah satu perubahan itu bisa terbentuk dengan perbaikan sumber daya manusia. Demi menciptakan hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Pusat Pendidikan Pertanian membuat terobosan transformasi pendidikan pertanian dengan mentransformasi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dengan 13 Program Studi di bidang teknis pertanian. Salah satu transformasi pendidikan yang dilakukan di akhir tahun 2018 ialah dengan menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI).

PISAgro (Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture) merupakan group kemitraan publik swasta di bidang pertanian yang menjadi mitra dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) terkait dengan pengembangan kurikulum, magang dosen, mahasiswa dan rekruitment lulusan serta penerapan teaching factory. Pendidikan vokasi pertanian dalam menghadapi revolusi industri 4.0 tentu bukan hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya saja dengan merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini. "Negara perlu merubah tiga hal dari sisi edukasi," ujar Idha Widi Arsanti Kepala Pusat Pendidikan Pertanian pada saat melakukan monitoring dan evaluasi persiapan kampus Polbangtan Sembawa Sumatera Selatan.

Menurut beliau beberapa hal paling fundamental dalam pendidikan vokasi pertanian dimulai dari mengubah sifat dan pola pikir anak-anak zaman sekarang. Selanjutnya, kampus harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat seorang mahasiswa. Dan institusi pendidikan tinggi pertanian seharusnya mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan di zaman milenial yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Menurut Idha Widi Arsanti salah satu strategi yang harus dilakukan ialah melakukan pembenahan di pendidikan vokasi pertanian dengan memaksimalkan penerapan model pembelajaran teaching factory atau teaching Industri di kampus.

Konsep pembelajaran teaching factory/Industri merupakan suatu model pembelajaran yang berbasis produksi (barang/jasa) yang dibutuhkan oleh DU/DI, sepenuhnya dikerjakan oleh mahasiswa, dilaksanakan dalam ruang atau lahan praktik atau bengkel yang telah dikondisikan mendekati situasi dan suasana tempat kerja yang sebenarnya, waktu, prosedur, dan cara/aturan sesuai standar DU/DI. Pengembangan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh masing masing program studi sehingga peralatan praktik sudah standar DU/DI dan Dosen serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) perlu di tingkatkan kompetensinya melalui magang dan Training terkait kompetensi sesuai program studi.

Pada tahun 2019 Pusat Pendidikan Pertanian sudah membuat grand design pengembangan Politeknik Pembangunan Pertanian menuju word class university, diantaranya dengan melengkapi semua sarana pra sarana praktik di masing – masing program studi sesuai DU/DI dan era revolusi 4.0 dan meningkatkan kompetensi Dosen dan PLP melalui program magang dan training. SY/CHA