Minat Generasi Muda Paham Pertanian

aa | Kamis, 10 Januari 2019 , 12:28:00 WIB

Swadayaonline.com - Rombongan almamater berwarna ungu riuh memenuhi parkiran Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (09/01/2019). Sebanyak 5 (lima) unit bis membawa 278 mahasiswa Universitas Galuh Ciamis semester 3 (tiga) dan 5 (lima). Mereka adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis.

Diawali dengan penerimaan di Aula Catur Karya, Rokhedi, salah satu widyaiswara dan sekaligus sebagai Manajer Inkubator Agribisnis (IA) menyambut hangat kehadiran mahasiswa tersebut. Beliau menyampaikan secara umum sistem pengelolaan lahan Inkubator Agribisnis di Balai. Tanpa berpanjang lebar para mahasiswa diajak berkeliling dan dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Mengitari lahan sekaligus diskusi untuk memenuhi tugas di kampusnya. Area screen kentang aeroponik, hidroponik, rumah kompos, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan lahan brokoli menjadi beberapa spot yang dikonsentrasikan untuk mendalami pertanian. Mendengarkan penjelasan, diskusi dan tanya jawab, hingga berfoto ria menikmati pemandangan indah di Balai. “Kami ke BBPP Lembang ingin melihat proses dari awal budidaya tanaman sayuran, buah, panen, packing hingga pemasarannya. Sehingga harapan kami para dosen, mahasiswa ada gambaran yang jelas untuk menjadi seorang agribisnis yang unggul”, ungkap Beni, salah satu dosen pembimbing Universitas Galuh.

Sambil berkeliling dan menikmati lahan hijau terhampar luas, salah satu mahasiswa bernama Nandang mengungkapkan dengan semangat, “harapan saya bisa mengaplikasikan ilmu dari sini, disalurkan ke para petani. Yang kondisi saat ini petani di daerah kebanyakan sudah berumur, motivasi kurang hingga ilmu mengenai pertanian masih minim dan cenderung ilmu yang dimiliki turun temurun. Semoga pertanian di daerah kami pun (Ciamis) bisa semakin maju, BBPP Lembang tidak lelah sharing ilmu nya kepada siapapun, petani muda semangat meneruskan demi memenuhi pangan Indonesia. Kalau bukan generasi muda, siapa lagi?” Ungkapan salah satu anak muda ini menjadi bahan renungan untuk siapapun, bukan hanya yang berhubungan langsung dengan pertanian, akan tetapi kepada masyarakat awam. Pertanian adalah salah satu pondasi memakmurkan dan kesejahteraan rakyat. Semoga harapan ini menularkan hal postif bagi semua pihak. SY/TYA