Budidaya Brokoli di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang

aa | Kamis, 10 Januari 2019 , 17:47:00 WIB

Swadayaonline.com - Inkubator Agribisnis Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai sarana pembelajaran usaha agribisnis merupakan bagian dari institusi pelayanan publik yang dimiliki oleh BBPP Lembang. Pengembangan kelembagaan Inkubator Agribisnis BBPP Lembang salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM pertanian. Oleh sebab itu dalam rangka peningkatan kemampuan SDM tersebut, mahasiswi dari Universitas Padjajaran dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya, serta siswa dan siswi dari SMKN 1 Rongga dan SMKN 1 Ciasem melakukan kegiatan budidaya brokoli untuk meningkatkan skill atau keahlian mereka dalam melakukan kegiatan budidaya pertanian. Mahasiswi dan siswa-siswi melakukan kegiatan budidaya brokoli di zona 3 Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, Rabu (09/01/2019).

Kegiatan budidaya brokoli dimulai dengan pengolahan lahan. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak lahan menggunakan traktor. Tanah dihancurkan dan diratakan (digaru) kemudian dicampur dengan pupuk kandang dengan dosis 120 kg per bedengan yang memiliki panjang 15 m dan lebar 1 meter. Setelah itu, ditebarkan pupuk kawinan masing-masing 15 kg yang terdiri dari pupuk urea, ZA, dan KcL. Kemudian bedengan ditutup dengan tanah dan diratakan. Tahapan selanjutnya adalah pemasangan mulsa plastik yang dilakukan setelah bedengan terbentuk dan diberikan pupuk. Agar plastik dapat menempel sempurna pada bedengan, maka permukaan bedengan dibuat semulus mungkin dengan pemasangan plastik mulsa yang perak dibagian atas dan hitam di bagian bawah.

Setelah mulsa dipasang, dibuat lubang tanam dengan menggunakan alat pelubang dengan jarak antar lubang adalah 60 cm. Selanjutnya adalah penanaman benih brokoli yang telah disemai selama 3 minggu dengan bumbungnya pada lubang tanam yang telah dipersiapkan sebelumnya. Benih brokoli satu per satu ditanam pada lubang tanam yang tersedia, kemudian disekitar pangkal batangnya diurug dengan tanah sambil dipadatkan. Adapun waktu tanam yang baik adalah pagi hari antara pukul 06.00-10.00 wib atau antara pukul 15.00-17.00 wib.

Tahapan selanjutnya adalah pemeliharaan yang meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan, dan pemupukan susulan. Penyiraman air dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, sedangkan penyulaman pada brokoli tidak boleh lebih dari 10 hari. Jika lebih dari 10 hari maka pertumbuhannya tidak seragam. Sementara itu kegiatan penyiangan dilakukan secara mekanis dengan menggunakan tangan, sabit, atau cangkul.

Kegiatan pemeliharaan lainnya adalah pemupukan susulan. Pemupukan susulan merupakan pemupukan yang kedua setelah pemupukan dasar yang dilakukan pada saat pengolahan tanah. Pemupukan susulan menggunakan pupuk anorganik dengan dosis 3 gr per tanaman dan diberikan bertahap sebanyak 4 kali pada usia 15 HST, 30 HST, dan 45 HST. Setelah 3 bulan, brokoli telah mulai dipanen. SY/BYU