BPPSDMP Kementan Ajak Dunia Usaha dan Industri Sukseskan Pembangunan SDM

aa | Jum'at, 11 Januari 2019 , 10:47:00 WIB

Swadayaonline.com - Mengacu pada program dan kebijakan pemerintah bahwa Tahun 2019 adalah tahun Pembangunan Sumberdaya manusia (SDM), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian selaku lembaga yang bertanggungjawab terhadap pemingkatan kompetensi SDM pertanian, sudah melakukan langkah persiapan untuk mendukung program pemerintah.

Salah satu langkah yang telah diambil adalah merancang kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri dalam rangka pemenuhan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya. Disela sela rapat rancang bangun kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri di Depok (10/01/2019), Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengatakan bahwa

Kementerian Pertanian sudah bersiap diri untuk mengimplementasikan kebijakan tahun 2019 tahunnya pembangunan SDM, salah satunya melalui kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri. Kami melihat adanya potensi besar dari dunia usaha dan dunias industri, melalui pelatihan vokasi dan sertifikasi untuk tenaga kerjanya, lanjut Bustanul.

“Ambil contoh dari bidang alat mesin pertanian, masih banyak tenaga kerja seperti operator dan teknisi yang belum memiliki sertifikat kompeten, untuk itu kami mengajak dunia usaha dibidang alsintan untuk bekerjasama dalam melatih sekaligus mensertifikasi tenaga kerja yang bergerak dibidang alsintan,’ujar Bustanul. Selanjutnya Bustanul juga menyampaikan bahwa dunia usaha dan dunia industri harus mengambil peran sebagai pelopor pembangunan SDM, karena saat ini di negara negara maju, investasi SDM tidak sepenuhnya diserahkan hanya kepada pemerintah, tapi juga berbagi peran dengan dunia usaha dan dunia industri, lanjut Bustanul.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sektor Pertanian , Darmansyah mengatakan menyambut positif rencana BPPSDMP untuk menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri, hal ini mengingat masih adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan SDM di industri dan kompetensi SDM yang dihasilkan oleh lembaga pelatihan dan pendidikan. Dengan kerjasama ini setidak tidaknya akan mempersempit gap kompetensi tersebut, ujar Darmansyah. SY/OKY