Tanpa Pestisida, Sipanjang Berbuah Lebat

aa | Jum'at, 11 Januari 2019 , 13:43:00 WIB

Swadayaonline.com - Kacang panjang ( Vigna Sinensis ), merupakan tanaman relatif mudah untuk dibudidayakan, selain itu tanaman ini banyak mengandung nutrisi seperti protein,karbohidrat, lemak, serat, kalsium, zat besi, vitamain B1, vitamin B2 dan lain-lain. Selain kaya akan nutrisi, tanaman yang termasuk dalam famili ini seringkali dimanfaatkan oleh petani untuk memulihkan kandungan nitrogen pada tanah. Melihat prospek dan manfaat yang begitu besar, widyaiswara budidaya Balai Besar Pertanian Ketindan (BBPP Ketindan) dibantu oleh siswa siswi prakerin dari SMKPP membudidayakan tanaman panjang yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Selain itu BBPP Ketindan sebagai tempat pelatihan mempunyai sarana dan prasarana yang sangat mendukung, dengan kondisi tanah yang masih baik dan masih terjaganya unsur -unsur mikroorganisme sehingga sangat tepat untuk budidaya pertanian input rendah (PIR), sebagai solusi peningkatan kesejahteraan bagi petani. Dengan luasan lahan 900 m² dapat ditanam sejumlah 1500 tanaman, budidaya PIR kacang panjang adalah pertanian yang memanfaatkan bahan sisa sehingga biaya dapat ditekan sangat murah.

Sebagai contoh BBPP Ketindan telah mengembangkan pertanian input rendah antara cabe dengan kacang panjang, Setelah masa panen cabe habis langsung tanam kacang panjang,tanpa perlakuan khusus (tanpa pemupukan kimia dan penyemprotan pestisida kimia). Dengan biaya yang relatif terjangkau dan sangat murah, Rp.70.000, dapat panen kacang panjang kurang lebih 5 Kuintal (500 kg). Dengan asumsi Rp.5000 /kg, teman -teman petani dapat meraup keuntungan Rp.2.500.000. Diluar pertanian pokok, sebab memanfaatkan bahan sisa tanaman cabe. Sehingga sipanjang sehat ini selain mudah dan sehat, sekaligus keberlangsungan alam tetap terjaga. SY/ALI