Budidaya Selada Keriting di KRPL BBPP Lembang

aa | Jum'at, 11 Januari 2019 , 19:17:00 WIB

Swadayaonline.com - Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai lahan percontohan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bagi keluarga dengan memanfaatkan lahan perkarangan dan merupakan sarana pembelajaran usaha agribisnis yang dimiliki oleh BBPP Lembang. Oleh sebab itu dalam rangka pembelajaran usaha agribisnis tersebut, siswa dan siswi dari SMKN 4 Padalarang melakukan kegiatan budidaya selada keriting di lahan KRPL, Kamis (10/01/2019).

Budidaya selada keriting membutuhkan waktu 45 hari mulai dari penyemaian sampai panen. Adapun kegiatan budidaya selada keriting dimulai dengan pengolahan lahan. Pengolahan lahan dibagi menjadi dua jenis, yaitu pengolahan lahan pertama dan pengolahan lahan kedua. Pada pengolahan lahan pertama, tanah dibalikkan menggunakan traktor dan cangkul dengan kedalaman 20-30 cm yang bertujuan untuk menggemburkan tanah agar perakaran tanaman dapat dengan mudah merambat ke dalam tanah untuk mencari makanan. Sedangkan pengolahan lahan kedua bertujuan untuk membuat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan panjang bedengan sesuai dengan panjang lahan. Adapun jarak antar bedengan adalah 40 cm.

Pada pengolahan pertama, tanah dihancurkan dan diratakan (digaru) kemudian dicampur dengan pupuk kandang dengan dosis 120 kg per bedengan yang memiliki luas 15 m2. Setelah itu, ditebarkan pupuk kawinan masing-masing 15 kg yang terdiri dari pupuk urea, ZA, dan KcL. Kemudian bedengan ditutup dengan tanah dan diratakan.

Tahapan selanjutnya adalah pemasangan mulsa plastik yang dilakukan setelah bedengan terbentuk dan diberikan pupuk. Agar plastik dapat menempel sempurna pada bedengan, maka permukaan bedengan dibuat semulus mungkin dengan pemasangan plastik mulsa yang perak di bagian atas dan hitam di bagian bawah. Setelah mulsa dipasang, dibuat lubang tanam dengan menggunakan alat pelubang dengan jarak antar lubang adalah 40 x 20 cm. Selanjutnya adalah penanaman benih selada keriting yang telah disemai selama 3 minggu dengan bumbungnya pada lubang tanam yang telah dipersiapkan sebelumnya. Benih selada keriting satu per satu ditanam pada lubang tanam yang tersedia, kemudian di sekitar pangkal batangnya diurug dengan tanah sambil dipadatkan. Adapun waktu tanam yang baik adalah pagi hari antara pukul 06.00-10.00 wib atau antara pukul 15.00-17.00 wib.

Tahapan selanjutnya adalah pemeliharaan yang meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan, dan pemupukan susulan. Penyiraman air dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, sedangkan penyulaman pada selada keriting dilakukan setelah tanaman berumur 7-14 HST. Sementara itu kegiatan penyiangan dilakukan secara mekanis dengan menggunakan tangan, kored, atau cangkul.

Kegiatan pemeliharaan lainnya adalah pemupukan susulan. Pemupukan susulan merupakan pemupukan yang kedua setelah pemupukan dasar yang dilakukan pada saat pengolahan tanah. Pemupukan susulan menggunakan pupuk urea sebanyak 2 gram per tanaman. Setelah 45 hari, selada keriting telah mulai dipanen. SY/BYU