Penyuluh Pertanian Wajib Mengawal Program Kementan

aa | Minggu, 13 Januari 2019 , 15:03:00 WIB

Swadayaonline.com - Mengawali tahun 2019, Kementerian kembali menyerahkan bantuan yang merupakan bagian dari Program Bedah kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA). Kali ini bantuan diberikan oleh Menteri Pertanian di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (11/1).

Sekitar 600 ribu ekor ayam kampung petelur diberikan kepada 11 ribu Rumah Tangga Miskin (RTM) di desa tersebut. Untuk mendukung program BEKERJA yang di usung Kementerian Pertanian (Kementan) tentu tidak terlepas dari peran penyuluh yang harus mengawal di lapangan. Mulai dari melakukan verifikasi dengan tim lainnya termasuk tim dinas pertanian serta tim dinas lainnya terkait Rumah Tangga Miskin (RTM). Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan, BPPSDMP, Kementan, Siti Munifah disela sela acara.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kapusluh, “Setelah RTM terverifikasi dan ditetapkan sebagai penerima program bekerja, penyuluh tetap harus mengawal bagaimana mereka mempersiapkan perkandangannya, apakah sudah sesuai dengan aturan sistem budaya ayam? atau belum. Bila sudah sesuai dengan sistem budidaya ayam yang ada, ayam diserahkan kepada RTM, sampai disini peran penyuluh tidak berhenti.

Penyuluh tetap mengawal terkait dengan budidaya sehari-hari mulai dari pemberian pakan, antisipasi terhadap serangan penyakit sehingga pada 6 bulan kedepan ayam dapat berproduksi dengan baik. Penyuluh diharapkan dapat memberikan saran, contoh dan motivasi kepada masyarakat bagaimana telur-telur yang diproduksi tidak habis dikonsumsi atau dijual semua, tetapi dapat dikembang biakkan lagi melalui ayam betina produktif yang dikawinkan dengan ayam jantan sehingga dapat memperpanjang mata rantai produksi”.

Dihadapan sejumlah penyuluh, Kapusluh kembali menekankan bahwa “Penyuluh sebagai fasilitator program pembangunan pertanian dilapangan. Apapun program Kementerian Pertanian yang di berikan melalui dinas provinsi maupun kabupaten “Wajib hukumnya” bagi penyuluh untuk mengawal tanpa terkecuali. Mengawal tidak hanya melihat dari jauh tetapi sampai terlibat langsung dalam proses bisnisnya. Penyuluh dapat menumbuhkan KUB dari program Bekerja sehingga muncul bisnis-bisnis baru dalam bentuk korporasi yang memiliki bergaining position lebih besar dibanding hanya dikelola dalam Gapoktan.

Disini peran penyuluh kembali diperlukan untuk mencari dan mendorong bibit baru di bidang SDM Pertanian yakni dengan melahirkan pemuda-pemuda kreatif yang mampu untuk mandiri dan berdaya saing mengembangkan pertanian di masa depan. Kita menyebutnya dengan generasi milenial. Ungkap Kapusluh.

Kapusluh juga memotivasi penyuluh agar selalu meningkatkan kinerjanya, mengingat jumlah penyuluh yang semakin sedikit dengan wilayah binaan yang banyak. Namun, dengan optimisme serta usaha yang kuat dapat diyakinkan penyuluh dapat menjadi garda terdepan pembangunan pertanian dan selalu menjadi katalisator, fasilitator dan motivator bagi petani. SY/NL