Dedik Solikhin, Petani Milenial Penemu Teknologi Mesin Penyiram Bawang Merah

aa | Senin, 14 Januari 2019 , 12:47:00 WIB

Swadayaonline.com- Berawal dari sulitnya mencari tenaga kerja sebagai penyiram lahan tanaman bawang merah, selain itu jika digarap sendiri petani mengeluh merasa capek karena sering membungkuk untuk mengambil air. Adalah seorang pemuda Dedik Solokhin dengan panggilan akrab Dedik, petani milenial anggota Kelompok Tani Gotong Royong Desa Bagor Wetan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Jawa Timur menginisiasi pembuatan mesin penyiram lahan bawang merah, yang sebelumnya kelompok menggunakan penyiraman lahan bawang merah secara konvesional atau disiram dengan menggunakan ember.

Kelompok Tani Gotong Royong, awalnya didirikan tahun 1986 oleh pendahulunya dan sekarang kelompok dengan ketua Mukayat lebih banyak diisi oleh petani muda or milenial dengan jumlah anggota 61 orang dan luas lahan yang dikelola seluas 34 ha. Komoditas yang diusahakan oleh kelompoktani tersebut sebagian besar adalah budidaya bawang merah. Dengan berbekal luas lahan 0.30 hektar, alumni SMK Muhamandiyah 3 Nganjuk tahun 2007, mencoba menginisiasi pembuatan mesin penyiram lahan bawang merah.

Mesin penyiram bawang merah ini lebih praktis, menghemat biaya dan mempercepat pekerjaan yang biasanya dilakukan dalam sehari bisa lebih cepat menjadi 3 jam per hari per hektar. Cara kerja mesin ini mengapung di air pada lahan tanaman bawang merah. Dengan kekuatan 3 PK mesin akan bisa menyedot air dan menyiram ke arah kanan kiri lahan yang ditanami tanaman bawang merah. Penggunaan alat mesin penyiram ini bisa menghemat 80 % biaya kebutuhan tenaga penyiram dibanding bila dilakukan secara konvensional. Biasanya dalam satu hektar dibutuhkan tenaga kerja 5 - 6 orang per hari dengan rata-rata pendapatan Rp.70.000,-/orang, sehingga dalam satu hari dibutuhkan biaya sebesar Rp.420.000,- per hektar.

Di musin kemarau petani harus menyiram tanaman bawang merah setiap hari hingga umur 60 hari. Dengan mesin ini, petani hanya membutuhkan 1 orang tenaga kerja penyiram per hektar dengan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 2 liter. Pembuatan mesin penyiram lahan bawang merah ini dirintis sejak dua tahun yang lalu. Untuk membuat alat ini, Dedik merakit sendiri di bengkel rumahnya dengan dibantu anggota lainnya. Ia merakit sendiri bagian-bagian alat hingga menjadi mesin penyiram. Ia telah mencoba 4 kali menerapkan penyiraman di lahannya, tetapi gagal dan baru kelima berhasil sesuai yang diharapkan.

untuk merakit alat penyiram ini, dibutuhkan pipa air berukuran 4 inci untuk digunakan sebagai pelampung. Sementara itu, untuk tenaga penyemprot air digunakan mesin diesel berkekuatan 3 PK dg saluran penyedot yang dimodifikasi. Selain digunakan sendiri untuk menanam bawang merah pada lahan seluas 0.30 hektar, alat tersebut juga digunakan oleh kelompok lain dan dijual seharga Rp. 2.5 juta.

Sampai saat ini telah diproduksi 12 unit dan sudah ada 150 unit petani yang memesan untuk digunakan sebagai alat penyiram lahan bawang merah. SY/LNA