Petani Blora, Jawa Tengah Memasuki Masa Panen dan Bisa Memenuhi Kebutuhan Peternak

aa | Sabtu, 02 Februari 2019 , 11:41:00 WIB

Swadayaonline.com - Kabupaten Blora merupakan lumbung jagung nomor dua di Jawa Tengah setelah Grobogan. Saat ini petani di Blora sedang memasuki puncak musim panen. Januari lalu panen sebanyak 16.000 hektar, sedangkan februari dan maret diperkiraan panen akan mencapai 26.000 hektar. Sedangkan untuk priode satu tahun luas lahan jagung  mencapai 65.000 hektar dengan produksi rata-rata satu hektar mencapai 7-8 ton per hektar.

Dengan tibanya masa panen jagung, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora Reni Miharti meminta agar pemerintah tidak melakukan impor jagung untuk melindungi para petani, apalagi di Blora. "Dengan kondisi hasil panen yang melimpah, kami berharap pemerintah pusat tidak melakukan impor jagung untuk melindungi para petani jagung, sehingga petani bisa menikmati hasil panen dengan harga yang bagus," ujar Reni saat melakukan panen jagung di Desa Getas, Kecamatan Kradenan bersama Direktur Jenderal Aneka Kacang dan Ubi-ubian (Akabi) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, Jumat (01/2/2019).

"Saat ini harga jual jagung masih cukup bagus untuk petani, yakni kisaran Rp 3.800 per kilogram untuk hasil kering panen. Ini kesempatan bagus bagi petani dan mudah-mudahan para petani jagung lebih sejahtera,” tambah Reni. Apa yang dikatakan Reni diamini Ketua Gabungan Kelompoktani Tani Agung Supriyadi, yang sedang panen jagung seluas 300 di desa getas. "Kami disini berharap pemerintah tidak melakukan impor jagung. Disini banyak jagung. Kalau sampai impor, harga akan jatuh," ujar Supriyadi.

Menurut Supriyadi yang hadir dalam panen jagung, harga jagung saat ini Rp.3 800/kg untuk pipilan panen, dan Rp.5.400 untuk pipilan kering. Direktur Akabi Ali Jamil, mengatakan selama ini suplai jagung dari Jawa Tengah dinilai cukup bagus dan sudah bisa memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia  termasuk untuk pabrik pakan peternak. ​SY/HBKP