SMP Labschool Unesa Pelajari Teknologi Pertanian yang Aplikatif

aa | Selasa, 12 Februari 2019 , 19:20:00 WIB

Swadayaonline.com - Sejumlah 33 siswa siswi beserta beberapa guru dari SMP Labschool Unesa Surabaya beserta beberapa guru melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan untuk mempelajari seputar dunia pertanian terutama kegiatan pembelajaran yang aplikatif berbasis teknologi di bidang pertanian.

Kunjungan ke BBPP Ketindan merupakan serangkaian dari Kegiatan Tengah Semester (KTS) SMP Labschool Unesa Surabaya. Kegiatan Tengah Semester (KTS) itu sendiri memiliki tujuan agar para siswa siswi kelas 7 dan 8 dapat menambah pengalaman dari luar sekolah serta ilmu yang tentunya berkaitan dengan dunia pertanian. Kegiatan diawali dengan sambutan yang diberikan oleh Kepala Seksi Program dan Kerjasama, Wiyono selaku perwakilan dari BBPP Ketindan dan juga perwakilan guru pendamping dari SMP Labschool Unesa.

Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran ke sejumlah depertemen yang ada di BBPP Ketindan, siswa siswi diberikan sedikit penjelasan mengenai apa itu BBPP Ketindan dan segala hal yang ada di BBPP Ketindan.

Selanjutnya para siswa dan siswi SMP Labschool Unesa beserta guru pendamping diarahkan menuju Departemen Proteksi dan Tanaman untuk mengenal lebih dekat mengenai pestisidan nabati dan hayati oleh Koordinator Widyaiswara, Juniawan serta widyaiswara Departemen Proteksi Tanaman Lutf Tri Andriani serta Isdianto selaku petugas teknis.

Pembelajaran di departemen proteksi lebih ditekankan pada pengenalan tanaman disekitar yang bisa dijadikan sebagai pestisida nabati serta pembuatan asap cair yang efektif untuk menghalau tikus dan burung pemakan padi. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan ke Departemen Pengolahan Hasil.

Di laboratorium tersebut semua siswa siswi dan guru terlebih dulu diberikan penjelasan mengenai tata cara dan keselamatan kerja di labolatorium oleh Diana Triswaningsih selaku Koordinator di Departemen Pengolahan Hasil. Selanjutnya para siswa siswi dibagi menjadi 3 kelompok besar yang didalamnya terdiri dari sekitar 11 orang dan didampingi oleh berberapa siswa PKL disana.

Kelompok pertama mempelajari proses dalam pengupasan kulit pisang serta pemotongannya menjadi bagian pisang yang tipis-tipis. Kelompok kedua mempelajari bagaimana menggoreng pisang tahap pertama agar menjadi renyah. Dan kelompok ketiga belajar menggoreng pisang tahap kedua yang sebelumnya sudah diberi campuran gula serta perasa makanan jeruk dan coklat.

Berberapa siswa mengatakan jika mereka sangat antusis dalam mengikuti kegiatan pembuatan keripik pisang tersebut. Salah seorang siswa mengakatakan ”Membuat keripik pisang menjadi lebih menyenangkan jika dilakukan bersama-sama seperti ini. Keripik yang kami buat juga enak dan rasanya berbeda dari biasanya saya beli, jika sudah sampai rumah saya ingin membuatnya bersama Mama saya”.

Dengan berakhirnya kegiatan membuat keripik pisang rasa mereka diperbolehkan membawa keripik pisang yang merupakan hasil dari kerja mereka sebelumnya. Kegiatan selanjutnya dilakukan dilahan tanam yang berada di depan Departemen Budidaya.

Disana mereka diberi pengetahuan mengenai sistem pertanian hidroponik yang dikombinasikan dengan sistem pertanian aquaponik atau yang lebih dikenal dengan hidroganik. Mereka juga diberikan penjelasan mengenai system pertanaman vertikultur Hal tersebut merepakan pengetahuan baru dari mereka.

Banyak siswa dan siswi dari SMP Labschool Unesa yang sangat antusis untuk bertanya pada kegiatan pembelajaran hidroganik. SY/YNI