Sia Sia Kinerja Penyuluh Pertanian Jika Tidak Dilaporkan

udin abay | Rabu, 24 April 2019 , 13:24:00 WIB

Swadayaonline.com - Sia-sia kinerja Penyuluh Pertanian jika tidak dilaporkan, hal tersebut disampaikan oleh Ir. Siti Nurjanah, M.MA Penyuluh Pertanian Pusat pada acara Bimbingan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian Provinsi Banten yang telah di selenggarakan pada tanggal 22 s.d 24 April 2019 di PPMKP Ciawi. Bimtek tersebut dihadiri oleh perwakilan Penyuluh Pertanian se Provinsi Banten sebanyak 120 orang.

Nurjanah menekankan bahwa salah satu tugas utama dari Penyuluh adalah merubah perilaku petani dari “tidak mau menjadi mau dan dari tidak tahu menjadi tahu”. Penyuluh Pertanian juga diwajibkan melaporkan hasil kinerja harian dan bulanannya berdasarkan target capaian kinerja yang telah ditetapkan di setiap Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) melalui Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian (IKPP). Selain itu, dengan mengisi IKPP maka Penyuluh dapat mengetahui capaian hasil kinerjanya. IKPP juga mempermudah daerah untuk memberikan rekomendasi perpanjangan kontrak kinerja bagi THL-TB Penyuluh Pertanian dan Pembayaran BOP, serta memberikan penghargaan (reward) dan sanksi (punishment).

Bahkan menurut Nurjanah, di era milenial saat ini Penyuluh harus eksis untuk itu Penyuluh diwajibkan memviralkan hasil capaian kinerjanya melalui media sosial agar dapat diketahui oleh masyarakat umum. Berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh Penyuluh apabila telah mengisi IKPP, diantaranya adalah diperolehnya Peta Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian, sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Penyuluh Pertanian dan juga akan diperolehnya keragaan Data Potensi Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian baik di Pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan/BPP.

Nurjanah menuturkan bahwa IKPP dapat di download melalui handphone android dengan aplikasi (http://apps00.pertanian.go.id). Setelah mendownload maka langkah selanjutnya adalah menginput data, yang terdiri dari identitas diri Penyuluh Pertanian, Laporan Harian dan Laporan Bulanan. SY/NF