Penyuluh Wonogiri Belajar Pengendalian OPT Tanaman Pisang

aa | Selasa, 14 November 2017 , 16:54:00 WIB

Swadayaonline.com - Wonogiri adalah Kabupaten di Jawa Tengah. terkenal dengan beberapa komoditas unggulan antara lain kacang mete dan pisang Raja Bulu. Bupati Wonogiri mendorong kabupatennya untuk mengembangkan sentra-sentra hortikultura atau pengembangan pertanian berbasis sentra lokal.

Dalam upaya pendampingan kepada petani, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Wonogiri, Safuan, mengajak 80 orang penyuluh pertaniannya untuk studi banding ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan belajar penanganan atau pengendalian OPT pada tanaman pisang. Upaya pengendalian OPT ini dirasa penting karena pisang merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Wonogiri. (14/11/2017)

Menurut Safuan, dari sisi teknologi, petani perlu pendampingan dari penyuluh juga pada margin pemasaran jika panen puncak. Walaupun di tataran petani sudah mengaplikasikan informasi yang didapat dari penyuluh, tetapi petani masih perlu bimbingan dari penyuluh untuk memahami segera gejala penyakit yang menyerang tanaman mereka agar bisa segera dicarikan solusi dan penanganan secara intensif.

Kebanyakan penyakit yang menyerang pisang adalah layu fusarium yang sifatnya busuk kering dan tidak berbau serta layu bakteri yang sifatnya busuk, basah dan berbau. Disamping keduanya, juga ada banana bancy top virus, bercak daun sigatoga dan nematode parasit. Dari kelima penyakit tersebut, yang sering menyerang adalah layu fusarium dan layu bakteri. Oleh karena itu sangat rugi sekali jika pisang yang sudah siap panen tiba-tiba terserang penyakit.

Safuan juga menambahkan, tahun 2018 Bupati Wonogiri mencanangkan panca program yaitu pembangunan infrastruktur, pengembangan sentra ekonomi pasar, pendidikan gratis, kesehatan gratis dan pertanian sentra lokal. Untuk itu dalam perkembangan pertanian yang akan datang perlu diupayakan 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonogiri mempunyai BPP/BP3K sendiri, walaupun saat ini 23 diantaranya sudah mempunyai kantor tersendiri.

Kabupaten Wonogiri didukung oleh 84 orang penyuluh dibantu oleh 80 orang THL TB yang tersebar diseluruh kecamatan. Diakhir acara, Safuan menyampaikan, perlu banyak belajar dari BBPP Ketindan untuk bisa bekerjasama memperoleh ilmu yang bisa diaplikasikan di Kabupaten Wonogiri. SY/HMS