Kementan Perkirakan Permintaan Pangan Jelang HBK Naik Sepuluh Persen

aa | Kamis, 22 Maret 2018 , 21:02:00 WIB

Swadayaonline.com - Kenaikan permintaan pangan menyambut Hari Besar Keagamaan (HBK) diprediksi akan naik 10 persen. Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, kenaikan tersebut bukan karena konsumsinya, tetapi karena masyarakat menyimpan/stok pangan tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementan sudah melakukan penanaman dua bulan sebelumnya dan menaikkan produksi sebanyak 10 persen dengan manajemen pola tanam. “Kenaikan produksi juga jangan berlebihan, agar tidak terjadi surplus yang membuat harga ditingkat petani menjadi jatuh,” tambahnya.

Menurutnya, kenaikan permintaan tersebut biasanya satu minggu menjelang bulan puasa dan seminggu setelah lebaran. Kenaikan permintaan di awal puasa akan banyak di kota-kota besar, sedangkan setelah lebaran kenaikan permintaan di daerah/desa karena banyak masyarakat yang merayakan lebaran di kampung. “Kenaikan permintaan pangan biasanya juga terjadi saat Imlek, bahkan waktunya lebih lama,” ujar Agung di ruang kerjanya, BKP Kementan, Jakarta. (22/3/2018).

Naiknya permintaan diperkirakan akan terjadi pada bulan Mei dan Juni 2018 jelang puasa dan setelah lebaran. Namun untuk mencukupi kebutuhan pangan seperti daging, kedelai, bawang putih, dan gula, pemerintah masih akan tetap dilakukan impor, sedangkan pangan yang lain masih bisa dicukupi dalam negeri. Berikut prognosa ketersediaan dan produksi telur ayam ras untuk bulan Mai produksi 152,9 ton dan kebutuhannya 152,7 ton, sedangkan untuk bulan Juni produksinya 151,4 ton dan kebutuhannya 151,2 ton.

Produksi daging ayam ras bulan Mei 314,6 ton dan kebutuhannya 268,9 ton, sedangkan bulan Juni produksinya 311,5 ton dan kebutuhannya 266,2 ton. Kebutuhan daging sapi/kerbau bulan Mei dan Juni diperkirakan mengalami kenaikan 10 persen atau 116.339 ton, sementara ketersediaan daging sapi lokal 75.403 ton, sehingga masih mengalami kekurangan 40.936 ton.  Seperti diketahui bahwa stok sapi pertanggal 6 Maret 2018 untuk sapi bakalan 179.044 ekor setara 35.629 ton dan kerbau bakalan 479 ekor setara dengan 98 ton, sehingga sapi dan kerbau siap potong  pada bulan Mei dan Juni 2018 total 35.727 ton. “Kekurangan kebutuhannya sebanyak 5.209 ton akan dipenuhi dari daging impor dalam bentuk karkas sapi segar dingin,” ungkap Agung.

Agung menambahkan, bahwa stok daging di 62 gudang importir dan bulog pertanggal 6 Maret 2018 sebanyak 21.820 ton. Jadi defisit daging bulan Mei sampai Juni dapat dipenuhi dari stok sapi dan daging sapi/kerbau yang sudah ada, apalagi bila ditambah rencana realisasi impor daging sapi/kerbau pada bulan April sampai Mei 2018 sebanyak 42.269 ton. Maka ketersediaan daging jelang puasa dan setelah lebaran diperkiran aman dan tercukupi.

Produksi gula pasir bulan Mei 174.3 ton kebutuhan 279.0 ton, sedangkan produksi bulan Juni355.1 ton kebutuhan 276.2 ton. Produksi minyak goreng bulan Mei 2.189,5 ton kebutuhan 751,4 ton, sedangkan produksi bulan Juni 2.450,9 ton kebutuhan 748, 3 ton. Produksi beras bulan Mei 3.881 ton kebutuhan 2.680 ton, sedangkan produksi bulan Juni 4,267 ton dan kebutuhan 2,653 ton. SY