Tingkatkan Ekosistem Bisnis Yang Baik, Kementan Lakukan Kolaborasi dengan Lembaga Non Perbankan

udin abay | Kamis, 23 Juni 2022 , 15:24:00 WIB

Swadayaomline.com ' Keterbatasan modal bagi para pelaku usaha pertanian sering kali menjadi momok tersendiri yang akan menghambat  pembangunan sektor pertanian. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di berbagai kesempatan terus mendukung petani untuk bekerja maksimal serta mendorong mereka mendapatkan permodalan dalam mengembangkan usahanya salahsatunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Mentan mengatakan bahwa alokasi dana melalui KUR menyasar para pelaku di bidang pertanian baik pelaku usaha kelompok maupun perorangan.

“Hampir untuk seluruh sektor pertanian, jadi apa saja terkait sektor pertanian, atau usaha pertanian, itu memang kita dorong untuk mengambil KUR, ” ujar Mentan SYL.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah, sedang dan akan terus melakukan transformasi pertanian.

"Jika persepsi awalnya suatu kewajiban, suatu keharusan bahkan dalam tanda kutip suatu keterpaksaan, makanya harus diubah kalau pertanian harus menjadi bisnis yang menghasilkan duit sebanyak-banyaknya, " tegasnya.

Pertanian, dahulu hanya ditujukan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan bagi keluarga, saudara, masyarakat dan lain sebagainya, namun untuk saat ini belum cukup.

"Saat ini pertanian harus berorientasi pada bisnis atau keuntungan dan ini akan memberikan kesejahteraan kepada petani. Pertanian akan menjamin kehidupan manusia untuk selama-lamanya," ujar Kabadan.

Dedi menjelaskan diperlukan modal untuk mengolah pertanian menjadi bisnis. "Setelah mempunyai modal, baru memikirkan bagaimana mengolah tanah menggunakan alsintan, bagaimana cara memilih varietas pertanian bernilai tinggi, bagaimana menggunakan pupuk berimbang dan bagaimana panen dan pasca panen serta pengolahannya," paparnya.

Setelah panen atau petik, lanjut Dedi, jangan langsung dijual tetapi harus diolah dulu. Karena semakin hilir dilakukan pengolahan maka nilai tambahnya semakin besar. "Modal adalah energi atau bensin untuk menggerakkan bisnis pertanian," tegasnya.

Aksi nyata pun ditunjukkan oleh Dedi, melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan berupaya untuk mencapai target melahirkan 2,5 juta petani milenial.

Tak hanya fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas pemuda di pedesaan melalui pelatihan, magang dan berbagai peningkatan kapasitas SDM lainnya, program YESS juga mencoba menciptakan ekosistem kondusif dengan membuka akses permodalan. Kolaborasi pun dilakukan program YESS dengan  dengan lembaga keuangan baik perbankan maupun non-perbankan.

Rabu (22/06), program YESS melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) produk layanan keuangan non-perbankan di Bogor.

Project Manager Program YESS Inneke Kusumawaty disela-sela acara mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk memetakan kemungkinan petani milenial untuk mengakses layanan pembiayaan non-perbankan.

"Di tahun 2022, penekanan ada pada di skema pembiayaan/pemodalan. Diharapkan 
lembaga non-perbankan yang hadir saat ini dapat mendukung implementasi kegiatan 
ini melalui skema-skema yang dapat 
disepakati bersama", ujar Inneke.

Hadir dalam FGD ini perwakilan dari  Kementerian Koperasi dan UKM, PT. Permodalan Nasional Madani, Agri Terra Indonesia, Komite Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah, serta Era Tani. 

Dari hasil diskusi didapatkan beberapa point penting, antara lain terdapat mekanisme klaster yang dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi petani 
milenial. Tak hanya itu, mekanisme MEKAAR yang dapat dikolaborasikan bagi perempuan yang 
rentan miskin dengan pendapatan maksimal Rp 500.000/bulan  maupun  skema-skema dari KOPITU, AgriTerra dan Era Tani yang dapat dikolaborasikan. Seperti percepatan proses sertifikasi BPOM, Halal dan PIRT yang difasilitasi oleh KOPITU, konsep korporasi pertanian yang didasarkan pada kebutuhan pasar ekspor yang 
akan difasilitasi oleh AgriTerra dari sisi analisis peluang bisnisnya. Serta penggunaan aplikasi sekaligus sosialisasi yang mengakomodasi pengajuan pembiayaan, saprotan dan lainnya.

Direncanakan akan dilaksanakan pertemuan yang intensif antara Kementerian Koperasi dan UMKM untuk membahas kerjasama/kolaborasi LPBD. "Melalui kegiatan ini diharapkan terwujudnya kolaborasi yang dapat dilakukan antara Program YESS dengan lembaga non-perbankan sehingga diharapkan petani Milenial dapat mengembangkan skala usahanya", tutup Inneke. SY/NL