Bidik Pasar Malaysia dan Brunei, Kapuas Ditopang Kostratani dan Food Estate

udin abay | Kamis, 01 Oktober 2020 , 17:06:00 WIB

Swadayaonline com - Tantangan menginvasi pasar pertanian Malaysia dan Brunei Darussalam diberikan untuk Kabupaten Kapuas. Sebab, Kapuas memiliki profil pertanian menjanjikan khususnya komoditi padi. Mereka juga mendapatkan dukungan penuh dua program Kementerian Pertanian, yaitu Komando Strategis Pembangunan Pertanian tingkat Kecamatan (Kostratani) dan Food Estate.

Sama seperti wilayah Kalimantan Tengah lainnya, aktivasi Kostratani juga digulirkan di area Kapuas. Aktivasinya untuk BPP Kapuas Timur dan BPP Tamban Catur. Selain Badan Penyuluhan dan Pengbangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dinas Pertanian Kalimantan Tengah, dan stakeholder pertanian Kapuas. Wakil Bupati Kapuas Nafiah Ibnor mengungkapkan, ekspor komoditi pertanian terbuka juga dilakukan.

"Secara khusus kami menyambut gembira kehadiran Kostratani di Kapuas. Program ini tentu akan bagus bagi pertanian Kapuas, apalagi Food Estate mulai dijalankan. Kami tentu tertarik untuk mengekspor komoditi pertanian, apalagi dekat Malaysia dan Brunei," ungkap Nafiah, Kamis (1/10).

Ditopang Kostratani, Kapuas akan mengembangkan lahan sawah hingga 164 Ribu Hektar. Kapasitas produksinya maksimal 8 Ton per Hektar. Varian yang dikembangkannya adalah Hibrida. Konsep pertanian juga sudah bergeser dari konvensional menuju modern. Mereka memanfaatkan Alsintan di berbagai aktivitas pertaniannya. Indeks pertaniannya juga dinaikan menjadi 3 kali dalam setahun.

"Kami memiliki banyak komoditi pertanian potensial ekspor. Nantinya ekspor komoditi pertanian akan dilakukan setelah slot nasional terpenuhi. Kami optomis bisa mencapai kondisi baik tersebut. Apalagi, kapasitas produksi pertanian Kapuas sudah pasti naik karena lahan dan indeks pertanamannya bertambah," tambah Nafiah.

Lebih lanjut disampaikan, Kapuas juga didukung program Food Estate dengan luas lahan role model saat ini 20 Ribu Hektar. Masa tanamnya selama 3 bulan dengan batas akhir sampai Desember 2020, lalu memasuki masa panen pada Maret 2021. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pertanian terus mengalami transformasi seiring penerapan teknologi digital di berbagai lini kehidupan.

"Transformasi pertanian terus digulirkan melalui Kostratani dan Food Estate. Target ekspor komoditi pertanian harus terus didorong untuk memberikan banyak kebaikan. Bukan hanya untuk Kapuas, tapi Indonesia secara menyeluruh," kata Mentan Syahrul.

Food Estate memiliki target realisasi 164 Ribu Hektar pada 2021. Terkait dengan produksi pertanian, komoditi Kapuas saat ini membanjiri Palangkaraya. Slotnya mencapai 52,7%. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, Kostratani dan Food Estate menjadi program sangat super prioritas untuk menaikan produktivitas pertanian.

"Semua harus tahu kalau Kostratani dan Food Estate menjadi program super prioritas. Sangat penting untuk membangun pangan dari hulu sampai hilir. Kehadiran Kostratani dan Food Estate menjadi bentuk transformasi pertanian. Muaranya tentu menaikan produktivitas. Kami optimistis target itu akan tercapai. Optimistis itu modal penting," kata Dedi.

Dedi memaparkan, ekspor menjadi opsi terbaik untuk merangsang produktivitas secara menyeluruh. Menjadi opsi untuk menaikan keaejahteraan petani.

“Pemerintah selalu berpihak kepada petani dengan berbagai program yang sangat mendukung mereka. Untuk itu, diperlukan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak," tutup Dedi. SY/CHA