Dukung Food Estate Kementan, Pulang Pisau Buktikan Dengan Panen Jagung

udin abay | Jum'at, 26 Februari 2021 , 08:51:00 WIB

Swadayaonline.com - Kementerian Pertanian sukses mengembangkan kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Hal ini dibuktikan dengan panen jagung di lokasi tersebut

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, program Food Estate di Kalteng menjadi role model bagi program Food Estate Nasional.

Tiap komponen komoditas pertanian di Kalteng memiliki nilai ekonomi, serta dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup para petani. 

“Food estate itu berarti kita tingkatkan produktivitas, tidak single komoditi, melainkan berbagai komoditi harus terkait didalamnya, harus menggunakan mekanisasi, tetapi manusia tetap menjadi bagian-bagian dari kekuatan yang ada, terutama masyarakat setempat,” ujar Mentan SYL. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa peran Penyuluh Pertanian sangat dibutuhkan dalam Program Food Estate.

“Penyuluh merupakan garda terdepan dan penyuluh harus hadir dalam mendampingi petani serta memberikan solusi yang dihadapi petani di lapangan," ujarnya.

Dedi sangat mengapresiasi kinerja penyuluh sebagai pasukan terdepan yang mengawal setiap program Pemerintah guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, apalagi di lokasi Food Estate.

Rabu (24/2/2021), Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melakukan panen raya Jagung Hibridadi Kelompok Tani Hasrat Desa Wono Agung Kecamatan Maliku melalui Program Badan Restorasi Gambut (BRG) yang dihadiri Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo.

“Program BRG dengan menanam jagung Hibrida Varietas Pertiwi 6 menunjang Food Estate di Kalimantan Tengah, selain padi. Dengan produksi yang dihasilkan sekitar 3 s.d 5 ton per Ha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup para petani," ujarnya.

Hadir mendampingi Edy Pratowo diantaranya, Ketua DPRD, Kadis Pertanian, Camat Maliku, Kepala BPS, Pihak TNI dan Kepolisian, Kepala Desa Wono Agung, Penyuluh sekecamatan Maliku serta Distributor Pertiwi.

Penyuluh di Desa Wono Agung, M. Noor, mengawal kegiatan penanaman hingga panen Jagung Hibrida Varietas Pertiwi 6 di support oleh seluruh Pasukan Kostratani Maliku.

“Panen jagung saat ini dilakukan pada lahan seluas 20 hektar di kelompoktani Hasrat Mulya dan 70 hektar di desa Wono Agung,” katanya.

Penjualan hasil panen jagung saat ini (pasca banjir Kalsel) dijual dalam bentuk gelondongan dan bermitra dengan BUMDES Desa Garantung Kecamatan Maliku untuk dijual ke Pelaihari Banjarmasin.

"Harga untuk setiap kilogram glondongan dibandrol Rp 2.100,00 dan biasanya penjualan dilakukan dalam bentuk pipilan basah maupun kering, namun karena pasca banjir dan jarak tempuh bisa memakan waktu 2-3 hari maka pembelian dilakukan dalam bentuk glondongan dengan harga yang telah disepakati," tutupnya. SY/SN/NF