Lihai Baca Peluang, SMK PP Negeri Sumedang Fokus Kembangkan Produk Hortikultura

udin abay | Jum'at, 26 Februari 2021 , 16:18:00 WIB

Swadayaonline.com - Tingginya potensi  serta peluang pasar komoditas hotikultura menjadi  asa tersendiri bagi petani di Indonesia khususnya petani hortikultura. Ditambah lagi saat ini minat masyarakat untuk hidup sehat dengan menkonsumi sayuran dan buah-buahan lokal serta minat untuk menghias pekarangannya dengan berbagai tanaman hias meningkat tajam.

Peluang ini tak disia-siakan oleh Sekolah Menengaah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Sumedang lihai membaca peluan dengan  terus mengembangkan budidaya hortikultura khusunya mentimun, kacang panjang, dan bawang daun. Bahkan kini, SMKPP N Sumedang sedang merintis pengembangan budidaya buah naga dilahan praktek milik sekolah seluas 3,6 Ha. 

Kepala sekolah SMKPPN Sumedang, Lilis Mulyati menjelaskan bahwa saat SMK PP N. Sumedang sudah memiliki fasilitas yang memadai seperti ruang kelas, laboratorium bahkan asrama bagi siswa yang berasal dari luar daerah. Dengan 2 (dua) prodi yang ditawarkan yaitu Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortilkultura dan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMKPP N Sumedang siap untuk mencetak generasi milenial yang memiliki pengetahuan, keterampilan serta memiliki karakteristik wirausahawan. 

Apa yang disampaikan oleh Lilis Mulyati sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasil Limpo (SYL) yang menegaskan bahwa sudah saatnya dilakukan transformasi pendidikan di sektor pertanian. “Ada empat faktor penentu keberhasilan pendidikan vokasi yang pertama adalah karakter yang tidak mudah menyerah dan memiliki jiwa yang tangguh. Kedua, kompetensi maka pelaksana pendidikan vokasi baik Politeknik maupun  SMKPP harus menciptakan generasi milenial yang mampu bekerjasama dengan orang lain. Ketiga, memiliki sifat kritis baik pada dirinya, dengan lingkungan dan semua masalah yang dihadapi namun tetap sejalan dengan jiwa kebangsaan. Dan yang  keempat adalah berfikir kreatif untuk berinovasi dengan meningkatkan literasi tentang sektor pertanian, manajemen keuangan, orientasi pasar dan sarana prasarana melalui dunia digital”, papar Mentan.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan. 
SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, professional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin.

Untuk itu Kementan melalui BPPSDMP terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian salah satunya melalui Pendidikan vokasi. Tak hanya fokus pada Pendidikan vokasi yang dimiliki oleh Kementan semata, beberapa SMKPP pun dirangkul oleh Kementan untuk menjadi SMKPP binaan. 

Saat melakukan kunjungan ke SMKPPN Sumedang, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti (23/2) meninjau lahan praktek yang akan menjadi  pusat  pengembangan produk unggulan komoditas buah naga.

“Saat ini, Indonesia sudah mulai menjadi eksportir buah naga, sehingga pengembangan buah naga harus memenuhi standar serta produk yang dihasilkan harus memiliki varietas yang unggul, agar dapat berdaya saing” ujar Santi. Ia pun melihat berbagai kreasi kue dan olahan pangan dari buah naga, telur asin dan minuman herbal hasil dari teaching factory. 

Santi yakin dengan integrasi antara sektor pertanian dan sektor kewirausahaan yang terpadu dapat mencetak SDM yang maju, unggul dan berdaya saing. Dan pada akhirnya akan lahir  wirausaha-wirausaha muda yang sukses dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. SY/NL