Melalui KUR, Petani Mampu Meningkatkan Produktivitas

udin abay | Jum'at, 26 Februari 2021 , 19:21:00 WIB

Swadayaonline.com - Salah satu tujuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro kecil dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Keunggulan program KUR dibanding dengan kredit lainnya yaitu suku bunga yang rendah dan syarat agunan tambahan yang mudah. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas petani. Salah satunya melalui penyaluran KUR untuk sektor pertanian dengan bunga sebesar 6 persen. 

“Tahun sebelumnya bunga KUR 7-8 persen, tapi sekarang menjadi 6 persen maka tidak akan memberatkan petani. Turunnya suku bunga KUR ini tentu menjadi angin segar bagi petani," ujar Mentan SYL.

Mentan SYL juga menegaskan bahwa petani mendapatkan keringanan untuk membayarnya, yakni dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan atau panen. 

“Ini tentu memudahkan para petani, misalnya petani mengajukan KUR Rp 50 juta (tanpa agunan) untuk modal usaha taninya yang berupa tanaman padi atau jagung. Lalu tanaman tersebut baru menghasilkan setelah kurang lebih tiga bulan. Jadi ketika sudah 3 bulan, mereka (petani) dapat melunasinya, bunganya hanya 0,2 persen atau sekitar Rp 8000 saja,” jelasnya.

Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Badan SDM Pertanian, Dedi Nusyamsi pada kegiatan Mentan sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 06 secara virtual dengan tema Pemanfaatan KUR bagi Petani, pada Jumat (26/02/21). 

Dedi menambahkan KUR pertanian dialokasikan untuk tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. Target KUR 2021 total ada 70 triliun. Cakupan area yang akan dialokasikan untuk pendanaan KUR meliputi seluruh petani dan pelaku agribisnis lainnya yang berada di 32 Provinsi seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di bawah naungan regulasi yang sah sesuai dengan landasan hukum dan peraturan pemerintah.

“Pertanian adalah bisnis, salahsatu parameter menjalankan bisnis adalah dengan modal dan pemerintah menyediakan modal melalui KUR dengan bunga rendah,” tegas Dedi.

Semenatar Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megawati selaku narasumber pada kegiatan tersebut menjelaskan bahwa ada beberapa jenis KUR yaitu KUR super mikro tanpa agunan tambahan, KUR mikro dan TKI tidak diwajibkan, KUR kecil sesuai penilaian penyalur KUR.

“KUR Supermikro senilai 10 juta tanpa angunan tanpa bunga, ayo cepat diambil”, ujar Indah memberi semangat kepada peserta video conference yang berasal dari kostrawil, kostrada, kostratani dan penyuluh pertanian. 

Pemanfaatan KUR dapat pula digunakan untuk alat mesin pertanian. Optimalisasi penggunaan alsintan secara nasional dapat menghasilkan efisiensi pertanian. Dampak dari penggunaan alsintan ini mampu menurunkan biaya produksi sekitar 30% dan meningkatkan produktivitas lahan sebesar 33,83%. 

Kemajuan industri pertanian Indonesia dapat menurunkan penduduk miskin di pedesaan. Peran penyuluh sangat diharapkan untuk mendampingi petani dilapangan dengan mensosialisasikan program KUR dan mengajak petani untuk memanfaatkan modal yang diberikan melalui KUR. SY/HVY/NF