"Nike Putri", Bawang Goreng Andalan dari Solok

aa | Senin, 16 April 2018 , 12:03:00 WIB

Swadayaonline - Koperasi Kubang Sepakat, berdiri sejak 2015 di Nagari Koto Laweh, Lembang Jaya, Kab. Solok. Berawal dari kelompok tani (poktan) Kubang Sepakat, yang berdiri pada tahun 2012 dengan 45 orang petani. Poktan ini mengusahakan tanaman hortikultura, seperti bawang, tomat, cabe, dan tanaman sayuran lain pada areal seluas 55 ha. Pada awal berdiri, poktan ini menjual hasil produksinya dalam bentuk produk mentah. Nanum hal ini dirasakan kurang memberikan keuntungan bagi petani anggota. Hal inilah yang kemudian mendorong poktan Kubang Sepakat mengembangkan kelembagaannya menjadi koperasi.  "Bawang merah harganya naik turun, tidak tentu. Kalau pas harga anjlok, kami para petani rugi. Dengan bimbingan penyuluh, kami mencoba untuk menjual bawang dalam bentuk olahan", ujar Agusrizal, Ketua Koperasi Kubang Sepakat. Hal ini sejalan dengan harapan pemda setempat. Ditemui di sekretariat koperasi, Kepala Dinas Pertanian Solok, Ir. H. Admaizon, mengatakan, "Kita belajar dari daerah lain, bahwa petani tidak hanya menjual produk mentah, tapi juga produk olahannya. Hal ini yang bisa menolong petani ketika terjadi penurunan harga bawang". Untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kelembagaannya, diwakili Ketua Koperasi Kubang Sepakat, Agusrizal mengikuti Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan KEP yang diselenggarakan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian, Kementan pada bulan Maret 2018 lalu. 

Pada November 2015, dihadapan notaris dibentuklah Koperasi Kubang Sepakat. Saat ini anggota koperasi berjumlah 55 orang.
Koperasi Kubang Sepakat mempunyai kegiatan unit usaha simpan pinjam. Sampai saat ini, aset telah berkembang menjadi Rp 155.800.000.  Selain itu, bawang goreng menjadi produk andalan dari Koperasi Kubang Sepakat, dengan merk "Nike Putri". Dengan potensi bawang yang diusahakan oleh anggotanya, maka kebutuhan akan bahan baku bukanlah hal yang sulit. Bahan baku bawang merah juga didapatkan dari petani diluar wilayah yang kemudian diolah dan dikemas oleh koperasi. Pemasaran bawang goreng ini sudah menjangkau ke luar propinsi, yaitu Kep. Riau, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.  Semoga Kubang Sepakat bisa melebarkan jangkauan pemasaran produknya. SY/HRS