Warga Binaan Lapas Dapat Bimbingan Ternak Sapi

aa | Selasa, 24 Januari 2017 , 12:04:00 WIB

Swadayaonline.com - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan  HAM tentang pendampingan teknis produksi dan pakan ternak di lembaga pemasyarakatan. MoU dilakukan di ruang Saharjo Ditjen PAS antara Dirjen PKH, I Ketut Diarmita dengan Dirjen Pemasyarakatan , I Wayan K. Dusak. (23/1/2017)

I Ketut Diarmita mengatakan kerjasama ini sangat penting untuk memberikan pembekalan dan pendampingan tentang cara beternak dan membuat pakan ternak kepada Sumber Daya Manusia (SDM) petugas lapas maupun warga binaan lapas, sehingga saat warga binaan kembali ke masyarakat bisa mengaplikasikan keterampilannya. Tugas Kementan saat ini tidak hanya swasembada daging, tapi protein hewani dari keanekaragaman sumber protein hewani baik daging sapi, kambing, domba, kelinci, ayam, telur dan susu.

“Dalam pelaksanaannya, pendampingan akan dilakukan oleh Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden. Pertama tentang produksi pangan ternak, kedua cara beternak dan produksi sapi, ketiga bagaimana pencegahan penyakitnya. Dengan banyak warga binaan yang mau belajar, diharapkan nantinya bisa meningkatkan produksi ternak. Sehingga Nusakambangan bukan lagi menjadi pulau yang menakutkan, tetapi bisa menjadi pulau berpenghasil sumber protein  hewani,  Lumbung daging sapi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Dirjen PKH.

I Wayan K. Dusak, mengatakan pembangunan Lapas Industri sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yang menekankan pada Peningkatan Kualitass Hidup Manusia Indonesia melalui Program Indonesia Kerja, serta Peningkatan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional melalui Pelibatan Kemitraan dengan BUMN.

“Ditjen PAS saat ini tengah gencar mengembangkan peternakan sapi pedaging yang telah berjalan di beberapa lapas di Indonesia termasuk di Pulau Pemasyarakatan, Nusakambangan. Kami akan buktikan bahwa warga binaan pemasyarakatan merupakan sumber daya yang bisa berpotensi memberikan karya produktif turut serta dalam membangun Negara. Hampir seluruh lapas di Indonesia memiliki lahan cukup luas, yang bisa digunakan untuk meningkatkan produksi bukan hanya peternakan tapi yang lainnya,” tegasnya.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan  HAM tentang pendampingan teknis produksi dan pakan ternak di lembaga pemasyarakatan. MoU dilakukan di ruang Saharjo Ditjen PAS antara Dirjen PKH, I Ketut Diarmita dengan Dirjen Pemasyarakatan , I Wayan K. Dusak. (23/1/2017)

I Ketut Diarmita mengatakan kerjasama ini sangat penting untuk memberikan pembekalan dan pendampingan tentang cara beternak dan membuat pakan ternak kepada Sumber Daya Manusia (SDM) petugas lapas maupun warga binaan lapas, sehingga saat warga binaan kembali ke masyarakat bisa mengaplikasikan keterampilannya. Tugas Kementan saat ini tidak hanya swasembada daging, tapi protein hewani dari keanekaragaman sumber protein hewani baik daging sapi, kambing, domba, kelinci, ayam, telur dan susu.

“Dalam pelaksanaannya, pendampingan akan dilakukan oleh Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden. Pertama tentang produksi pangan ternak, kedua cara beternak dan produksi sapi, ketiga bagaimana pencegahan penyakitnya. Dengan banyak warga binaan yang mau belajar, diharapkan nantinya bisa meningkatkan produksi ternak. Sehingga Nusakambangan bukan lagi menjadi pulau yang menakutkan, tetapi bisa menjadi pulau berpenghasil sumber protein  hewani,  Lumbung daging sapi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Dirjen PKH.

I Wayan K. Dusak, mengatakan pembangunan Lapas Industri sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yang menekankan pada Peningkatan Kualitass Hidup Manusia Indonesia melalui Program Indonesia Kerja, serta Peningkatan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional melalui Pelibatan Kemitraan dengan BUMN.

“Ditjen PAS saat ini tengah gencar mengembangkan peternakan sapi pedaging yang telah berjalan di beberapa lapas di Indonesia termasuk di Pulau Pemasyarakatan, Nusakambangan. Kami akan buktikan bahwa warga binaan pemasyarakatan merupakan sumber daya yang bisa berpotensi memberikan karya produktif turut serta dalam membangun Negara. Hampir seluruh lapas di Indonesia memiliki lahan cukup luas, yang bisa digunakan untuk meningkatkan produksi bukan hanya peternakan tapi yang lainnya,” tegasnya. SY