Mentan Amran Cetus Program Magang Petani Indonesia ke Taiwan

aa | Senin, 15 Oktober 2018 , 07:36:00 WIB

Swadayaonline.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran sangat serius mengedepankan penggunaan teknologi modern dan sumberdaya manusia pertanian yang inovatif. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pembanguan pertanian yang tidak hanya berdampak pada peningkatan produski, tetapi juga terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. 

Untuk mewujudkan ini, Mentan Amran melakukan kunjungan kerja ke Taiwan yang berlangsung pada tanggal 9 Oktober 2018. Mentan Amran langsung diterima Menteri Pertanian Taiwan, Mr. Tsung-Hsien Lin. 

Lawatan orang nomor wahid di Kementerian Pertanian di Taipei ini membuahkan hasil guna membangun generasi muda pertanian yang memahami teknologi pertanian modern dan inovatif. Indonesia dan Taiwan sepakat bekerja sama dalam Program Magang Petani Indonesia di Taiwan.

“Kami melakukan pertemuan informal dengan Menteri Pertanian Taiwan. Pihak Taiwan menawarkan program magang yang memberikan kesempatan bagi Petani Indonesia untuk mempelajari sistem pertanian modern langsung dari Petani Taiwan,” demikian ujar Amran di Jakarta, Minggu (14/10).

Amran menyebutkan kerja sama ini sangat strategis guna mendukung program Kementan dalam menciptakan SDM pertanian yang inovatif. Sebab tanpa SDM dan teknologi, mustahil sektor pertanian bisa maju dan Indonesia menjadi lumbun pangan dunia.

“Kerangka Acuan Kerja untuk pelaksanaan program magang akan segera dibahas secara intensif oleh kedua belah pihak. Dalam waktu dekat diharapkan sudah dapat direalisasikan program magang tahap pertama bagi 40 orang petani Indonesia,” sebutnya.

Lebih lanjut Amran menuturkan program magang ini kedepannya akan terus diperluas termasuk program magang dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Indonesia untuk pengembangan industri gula. Calon tenaga kerja, baik pada sektor onfarm maupun sektor hilirasi juga akan dimagangkan di Taiwan.

Kunjungan ke Taiwan juga membahas komitmen investasi Taiwan mengembangkan industri gula di Indonesia Rp 20 triliun, membuka pasar ekspor manggis Indonesia ke Taiwan, serta kerjasama Pengembangan Rain Water Harvesting System.

“Ini sebagai bentuk komitmen penguatan kemitraan yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak,” pungkas Amran. SY/HMSK