BBP2TP Targetkan 300 Varietas Lokal Terdaftar di PPVTPP

aa | Kamis, 08 November 2018 , 09:01:00 WIB

Swadayaonline.com - Pendaftaran varietas lokal adalah upaya untuk melindungi varietas lokal yang dimiliki oleh daerah secara hukum agar tidak diambil atau dicuri oleh fihak lain terutama negara lain. Upaya percepatan pendaftaran varietas lokal menjadi penting untuk dilakukan. Hal ini yang mendasari adanya Workshop Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal serta SDG yang Terkonservasi dan Terdokumentasi Tahun 2018 oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Balitbangtan di Solo Jawa Tengah, Jumat (2/11) yang lalu. 

Salah satu upaya yang telah dilakukan dalam percepatan pendaftaran itu yaitu adanya kerjasama Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) yang berwenang untuk mengeluarkan sertifikat tanda daftar dengan BBP2TP dalam melakukan upaya khusus (Upsus)  untuk mempercepat proses pendaftaran varietas lokal.

Kerjasama ini dilakukan karena BBP2TP mempunyai perpanjangan tangan di semua provinsi yaitu BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan harapan target pendaftaran varietas lokal sebanyak 300 buah dapat tercapai dalam waktu 1 tahun.

Hadir pada acara yang berlangsung hingga Sabtu (3/11) tersebut Kapus PVTPP yang diwakili Kabid Pelayanan PPVTPP Ewin Suib, Kepala  BBP2TP diwakili oleh Kabid KSPHP, Achmad Subaidi, Kepala Balai Pengajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah Harwanto, Kepala BPTP DKI Etty Herawati  serta para Penanggung Jawab Kegiatan SDG seluruh BPTP se Indonesia.

BBP2TP mengorganisir seluruh BPTP untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan pendaftaran varietas lokal yang dimilikinya melaui tahapan kegiatan yaitu eksplorasi, identifikasi, inventarisasi, konservasi, karakterisasi dan pendaftaran yang telah berlangsung sejak tahun 2013 sampai sekarang. 

Sudah banyak SDG spesifik lokasi unggul yang telah dikarakterisasi bahkan dikonservasi, baik secara in-situ bekerja sama dengan para petani atau masyarakat setempat ataupun secara ex-situ dikonservasi di kebun koleksi SDG Kebun Percobaan milik BPTP. Bahkan untuk materi genetik tanaman pangan telah disimpan sebanyak 800 di Bank Gen Balitbangtan yang dikelola oleh BB Biogen (Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian) di Bogor.

Sumber daya genetik tanaman pangan hasil karakterisasi yang sangat potensial dan perlu dikembangkan dan telah diajukan pendaftarannya di PPVTPP antara lain Padi Hitam Makaryo dan Andel Hitam dari Yogyakarta, Padi Siam Busu padi lokal lahan rawa dan pasang surut dari Kalimantan Tengah, Padi lokal lahan kering Ruguk dari Kalimantan Barat,  Sorgum Gando Bura dan Shorgum Latu Kala dari Nusa Tenggara Barat, Gembili Maninggombu dari Papua dll. Buah Durian Bamban Birin dari Kalimantan Selatan,  Durian Utek Udang dari Kalimantan Tengah, Buah Anggur Papua dari Papua,  dan beberapa varietas lokal lainnya.

Menurut Kabid KSPHP, Achmad Subaidi, Indonesia adalah negara dengan kekayaan SDG yang melimpah dan beragam (megabiodiversity). Negara yang kaya akan SDG pertanian memiliki peluang menjadi produsen utama produk-produk pertanian karena  SDG spesifik lokasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk merakit varietas unggul baru dan mendorong industri benih nasional. Jika SDG lokal tersebut dikembangkan, dan dilestarikan diyakini menjadi potensi eknomi baru bagi daerah dan memberi manfaat bagi peningkatan pendapatan masyarakat serta ketahanan pangan. Sudah banyak daerah di Indonesia yang menjadikan produk varietas lokal sebagai Indikasi Geografis, serta menjadi ikon daya tarik dalam pengembangan pariwisata dan kegiatan ekonomi daerah.

Kegiatan workshop tersebut peserta juga dibekali dengan ilmu teknik fotografi. Hal tersebut penting sebagai upaya meningkatkan kemampuan peserta dalam melengkapi bukti visual terkait materi SDG dan bagi masyarakat yang ingin mempelajari arti penting SDG dan ragamnya dapat berkunjung ke Balai Besar Pengkajian (BBPTP) di Bogor, ujar Achmad Subaidi. SY/HMSL