Peternak di Kuantan Singingi Belajar Manfaatkan Limbah Sawit Untuk Pakan

aa | Sabtu, 01 Desember 2018 , 12:03:00 WIB

Swadayaonline.com - BPTP Riau melaksanakan kegiatan pelatihan kepada peternak di Desa Sidodadi, Kec. Logas Tanah Darat, Kab. Kuantan Singingi. Materi yang disampaikan pada kegiatan bimtek ini adalah pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan ternak oleh Dwi Sisriyenni, pengolahan limbah kotoran ternak sebagai kompos oleh Agussalim Simanjuntak, dan penguatan kelembagaan kelompok tani oleh Reni Astarina.

Limbah sawit yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak yaitu pelepah dan daun, serta bungkil inti  sawit. Pelepah sawit merupakan pakan dengan kaya serat namun rendah protein, sedangkan daun memiliki kandungan serat lebih rendah dan proteinnya lebih tinggi. Bungkil inti kelapa sawit merupakan salah satu hasil ikutan industri kelapa sawit dimana produksinya cukup melimpah.  

Pelepah dan  daun kelapa sawit yang digunakan sebagai sumber atau pengganti pakan hijauan memiliki keterbatasan karena adanya lidi pada pelepah daun sawit yang akan menyusahkan ternak dalam memakannya. Oleh karena itu, sebelum kita gunakan pelepah daun sawit ini perlu dicacah halus menggunakan mesin chopper sehingga lebih mudah dimakan ternak. Sedangkan penambahan konsentrat meningkatkan nutrisi pada pakan.

"Feses yang dikeluarkan bisa diolah menjadi kompos dan bisa mendatangkan uang dan urine bisa diolah menjadi bio urin dan bisa dijual" terang Agussalim

Urine ternak sapi segar mengandung hara yang masih rendah, serta mengandung unsur pathogen bagi tanaman. Oleh karena itu disarankan urine digunakan setelah di fermentasi yang umum disebut bio urine. Pengolahan urine ternak sapi sangat ekonomis yang dapat meningkatkan pendapatan peternak itu sendiri. Satu ekor sapi bali dapat menghasilkan urine sebanyak 5 liter per hari. Jika feses dan urin sudah diproses dan laku untuk dijual. Pertambahan berat badan dan anak sudah dapat dikatakan sebagai bonus dalam beternak sapi.

Para petani juga praktek secara langsung pembuatan pakan dari limbah sawit dan pembuatan kompos dari kotoran ternak. Diharapkan setelah petani mendapatkan teknologi yang telah disampaikan, petani dapat menerapkan dalam sistem pemeliharaan ternak sehari-hari. SY/HMSL