Pendampingan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh bagi CPNS dari THL-TB

aa | Jum'at, 28 Desember 2018 , 18:08:00 WIB

Swadayaonline.com - Selama Tahun Anggaran 2018, sebanyak 791 orang (26 angkatan) penyuluh pertanian yang merupakan CPNS dari THL-TBPP mengikuti Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian baik Level Ahli maupun Terampil, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Untuk melihat kebermanfaatan pelatihan yang telah diikuti, terkait dengan pola pelatihan on-job training. BBPP Lembang mengadakan kegiatan Evaluasi Pengawalan dan Pendampingan/Bimbingan Lanjutan/Supervisi kepada purnawidya pelatihan yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Subang, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, dan Sukabumi, pada pertengahan Desember 2018.

Kegiatan ini menggunakan instrumen evaluasi dengan indikator untuk melihat sejauhmana kebermanfaatan hasil pelatihan yang dirasakan oleh alumni pelatihan (purnawidya), khususnya untuk materi pelatihan yang diujikan saat sesi uji kompetensi. Materinya yaitu: Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem; Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian; Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP); Materi Penyuluhan Pertanian; Media Penyuluhan Pertanian; Metode Penyuluhan Pertanian dan; Evaluasi Pelaksanaan dan Dampak Penyuluhan Pertanian serta Pelaporan.

Selanjutnya diadakan sesi brainstorming antara purnawidya dengan fasilitator pelatihan yaitu widyaiswara pengampu pelatihan untuk menganalisa sejauhmana pelaksanaan hasil pelatihan dan permasalahan yang timbul. Dari data yang masuk berupa rekapitulasi dari instrumen yang telah diisi, secara umum alumni pelatihan menyatakan seluruh materi bermanfaat saat proses penyuluhan kepada petani. Ini seperti yang diungkapkan oleh Benyamin, salah seorang purnawidya dari Kabupaten Bandung, “Seluruh materi mulai dari IPW hingga evaluasi penyuluhan bermanfaat untuk kami dan bisa kami terapkan saat proses penyuluhan, namun terkadang ada kendala kami dalam membagi waktu antara proses penyuluhan di lapangan dengan tugas lain yang diberikan kepada penyuluh, misalnya pendampingan LTT, Upsus pajale, OPSIN, dan beberapa pelaporan secara online yang harus kami selesaikan setiap hari sehingga cukup menyita waktu kami”. SY/CTY