BPPSDMP Kementan Percepat Terbitnya SKKNI Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan

aa | Rabu, 09 Januari 2019 , 19:29:00 WIB

Swadayaonline.com - Krisis harga dan produksi minyak sawit pada beberapa tahun lalu baik itu oleh sebab kondisi perekonomian global, jatuhnya harga minyak mineral maupun karena kekeringan panjang dan kebakaran hutan telah memaksa perkebunan kelapa sawit untuk melakukan inovasi dan membangun kreativitas untuk melakukan efisiensi biaya. Adanya moratorium perluasaan areal untuk perkebunan besar kelapa sawit juga memaksa perusahaan untuk melakukan inovasi untuk menekan biaya produksi dengan meningkatkan produktivitas tanaman. Akhirnya daya saing perkebunan kelapa sawit di Indonesia kedepan akan sangat tergantung dari inovasi perkembangan teknologi dan sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten.

SDM perkebunan sungguh menentukan performa manajemen kebun, mengingat pada awalnya perkebunan adalah industri padat karya. Bahkan SDM Perkebunan perlu memiliki kompetensi khusus karena harus bekerja dengan kondisi sumberdaya yang sebagian uncontrollable. Perkebunan adalah bisnis berbasis sumberdaya alam yang sangat tergantung kondisi lahan, iklim dan lingkungan alam lainnya, sehingga secara teknis untuk mengelolanya perlu fleksibilitas tetapi harus tegas. Perkebunan kelapa sawit pada awal pengembangannya membutuhkan SDM kompeten yang paham teknis agronomis untuk membudidayakan tanaman kelapa sawit, mereka harus tahan hidup di daerah remot, dan mampu menyesuaikan kondisi lingkungan.

Menurut Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Bustanul AC, kebutuhan kompetensi SDM di perkebunan kelapa sawit sangat beragam, mulai dari kompetensi teknis agronomis, lingkungan, dan tata kelola sosial. Inilah kompetensi yang dibutuhkan bagi seorang pekerja di bidang perkebunan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini.

Melihat akan kebutuhan SDM Perkebunan tersebut, pada tahun 2019 BPPSDMP akan mendorong lahirnya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia {SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan yang tentunya akan dilanjutkan penyusunan skema sertifikasi,” lanjut Bustanul. “Kami sangat berharap stakeholder yang bergerak di bidang Perkebunan Kelapa Sawit, baik dari dunia usaha dan dunia industri untuk turut mendorong dan menginisiasi lahirnya SKKNI tersebut dan ,” ujar Bustanul. SY/CHA