LOCHEES Cemilan Keju Lokal Karya PWMP

aa | Jum'at, 08 Februari 2019 , 22:03:00 WIB

Swadayaonline.com - Makassar, Sulawesi Selatan (8/2) - Terobosan baru diversifikasi hasil produk olahan susu yang dikembangkan oleh Marwah salah satu kelompok Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) tahap penyadaran tahun 2018, Rumah Dangke nama kelompok alumni perguruan tinggi Universitas Hasanuddin mitra dari Kementerian Pertanian yang memiliki lokasi usaha di bukit baruga jalan kayu agung V no 19 Kota Makassar, memperkenalkan “Lochees”. Cemilan dari keju lokal hasil fermentasi susu menggunakan enzim dari pepaya yang bermanfaat bagi pencernaan untuk menghidrolisisi molekul protein, sebagai obat cacingan, dan sangat banyak digunakan dalam produk kosmetik terutama wajah agar terlihat lebih mulus, selalu segar dan bersih. Enzim dari pepaya ini diambil getahnya pada buah ataupun daunnya kemudian dicampurkan ke susu untuk diolah sesuai kebutuhan banyaknya produksi.

Lochees yang berbahan dasar susu, beras merah dan gula aren menambah rasa nikmat bersantai dengan keluarga, sebagai cemilan yang mudah dibawa kemana saja dan sangat cocok sebagai snack disela waktu rapat anda. Disajikan dengan empat varian; original, coklat, kopi dan beras merah. Harga di banderol Rp. 15.000,-/pouch, kriuukk…kriuukk…krenyess…krenyess…ajiiibbb. Keberadaan rumah dangke sebagai tempat yang memproduksi lochees sudah banyak dikenal masyarakat Kabupaten Enrekang – Sulawesi Selatan dengan awal mulanya bermitra dengan peternak sapi dan kerbau disekitarnya untuk pengambilan susu, beras merah dan gula aren. Omset perbulan Rp 2.000.000,-/bulan.

Sejak diberikan bantuan operasional oleh Kementerian Pertanian sebesar Rp. 30.000.000,- usaha yang berjalan sebelumnya mulai dikembangkan lebih luas lagi dengan membidik toko oleh-oleh dan cafe di Kota Makassar. “Alhamdulillah setelah dapat dana dari PWMP kami bisa memperbaiki produksi dan membantu dalam pengadaan alat, yang dulunya masih menggunakan alat seadanya, sekarang sudah punya alat yang lebih layak ditambah lagi izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) kami sudah keluar” tutur Marwah pemilik Rumah dangke. Saat ini pemasaran dilakukan secara online, penjualan langsung dan pameran. Omsetnya perbulan lebih dari lima juta, dahulu sebelum mendapatkan bantuan operasional produksi 20-30 pouch/hari kemudian meningkat menjadi 100-200 pouch/hari dan saat ini produksi kurang lebih 200-500 pouch/bulan.

Marwah mengungkapkan harapannya, agar lebih banyak peternak yang dapat terbantu dari rumah dangke, selanjutnya rumah dangke bisa membuat koperasi ternak di Kab. Enrekang yang dikelola oleh masyarakat sendiri sehingga peternakan lebih maju bukan seperti saat ini yang hanya peternak perorangan. SY/FKA