BBPP Ketindan Beri Pengenalan Pertanian Sejak Dini

aa | Kamis, 22 Juni 2017 , 21:24:00 WIB

Swadayaonline.com - Pendidikan pertanian sejak usia dini merupakan awal dari pengenalan dunia pertanian pada anak-anak. Tahap selanjutnya yang akan dihadapi oleh anak-anak adalah tahap sekolah dasar dan menengah. Tibalah ketika seorang memilih apa yang akan menjadi program pendidikan selanjutnya apakah akan serius dalam bidang pertanian atau tidak. Untuk membentuk SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul maka diperlukan pendidikan yang unggul pula dalam bidang pertanian. Bidang pertanian di sini tentu saja bidang pertanian dalam arti yang luas, bukan hanya pertanian yang berhubungan dengan cangkul, sawah, dan kerbau saja seperti paradigma di masyarakat. Pertanian dalam arti yang luas meliputi kedokteran hewan, perikanan dan kelautan, peternakan, kehutanan, teknologi pertanian, ekonomi pertanian, gizi, dan komunikasi pertanian.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melalui kegiatan Taman Santri 20-21 Juni 2017 menyelenggarakan gagasan pendalaman ilmu agama seperti mengaji, hafalan surat pendek, cerita zaman kenabian, sholat berjamaah yang dibalut dengan pengenalan dunia pertanian secara nyata yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Kategori peserta taman santri dibagi menjadi 3 yaitu kelas PGTK-TK, SD kelas 1 – 3 dan SD kelas 4 – 6. Sehingga pemahaman ilmu yang disampaikan mudah diterima anak-anak.

Program taman santri yang digagas oleh Kepala BBPP Ketindan, Djajadi Gunawan bertujuan agar anak-anak staf dan karyawan BBPP Ketindan bisa mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, disamping menimba ilmu agama juga mengenal dunia pertanian seperti budidaya kangkung hidriponik, pengenalan hama dan penyakit tanaman yang sering dijumpai pada tanaman dan pengenalan pengolahan hasil pertanian. Menariknya adalah saat anak-anak usia sekolah PGTK TK dan SD kelas 1-3 belajar budidaya kangkung hidroponik. Dimana, menyampaikan ilmu kepada mereka diperlukan kesabaran. Diluar dugaan, mereka sangat antusias dengan bimbingan dari widyaiswara dan petugas screen house hingga mereka melakukan pemanenan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak rela merasakan panas menyengat untuk belajar teknik budidaya kangkung, mengapa bisa tumbuh di air yag dimasukkan kedalam pipa-pipa panjang.

Bukan hanya belajar ilmu agama dan pertanian saja, anak-anak juga mendapatkan materi outbond agar tidak jenuh menerima materi seharian. Game-game sederhana disajikan untuk mereka agar mereka bisa saling mengenal dan bekerjasama.

Diakhir kegiatan, anak-anak diajak untuk berbagi bersama anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang berada disekitar lingkungan balai. Sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun saat bulan Ramadhan, seluruh staf dan karyawan BBPP Ketindan selalu menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak yatim dan kaum duafah. Ditutup oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat, Mafruhah, dalam sambutannya, bahwa taman santri telah dilaksanakan dengan baik dan seluruh anak-anak merasakan kegembiraan dengan menikmati kegiatan ini. Mafruhah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah rela dan ikjlas meluangkan waktu mendedikasikan untuk kegiatan taman santri yang dilanjutkan dengan kegiatan santunan anak yatim piatu.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan taman santri ini diajarkan bagaimana mereka peduli dan berbagi kepada anak yatim yang telah diundang untuk bisa hadir dalam acara santunan. SY/YNI