Litbang Pertanian Perkenalkan Inovasi Bioteknologi Padi Ciherang Wangi

aa | Selasa, 28 November 2017 , 20:16:00 WIB

Swadayaonline.com - Badan Litbang Pertanian kembali memperkenalkan inovasi terbarunya yaitu biotektologi Padi Ciherang Wangi. Varietas baru tersebut merupakan kualitas produk beras, dan dipastikan dapat berpengaruh pada selera makan masyarakat. Salah satu parameter yang menjadi pertimbangan di dalam pemilihan kualitas beras adalah rasa yang enak dan wangi, walaupun dipengaruhi pula oleh faktor budaya dan geografis.

Selain itu, beras yang berkualitas juga selalu menjadi pertimbangan dalam pemasaran terutama untuk tujuan ekspor maupun pasar kelas ekonomi menengah ke atas. Oleh karena itu, perbaikan padi untuk menghasilkan produk beras berkualitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi sangat penting.

"Padi Ciherang merupakan varietas unggul nasional yang dilepas pada tahun 2000 oleh Menteri Pertanian RI. Saat ini, varietas ini masih disukai dan masih mendominasi pertanaman padi dalam skala yang luas. Padi Ciherang memiliki ketahanan terhadap beberapa hama dan penyakit, produktivitas tinggi (8 ton/ha) serta rasa berasnya enak, sehingga disukai konsumen," ujar Kepala Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetika Pertanian (BB Biogen) Badan Litbang Pertanian, Ir. Mastur M.Si. Phd pada acara Focus GroupDiscussion (FGD) di Ruang Rapat BB Biogen, Cimanggu, Bogor. (28/11/2017).

Peningkatan selera konsumen menuntut perlunya upaya peningkatan kualitas maupun keunggulan khusus yang dimiliki beras sesuai preferensi pasar. Sehingga varietas padi Ciherang yang sudah mempunyai beberapa keunggulan tersebut perlu ada inovasi baru selain peningkatan kualitas juga ada penambahan sifat aromatik/wangi sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jualnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), telah mengembangkan inovasi baru berupa padi Ciherang Wangi dengan pendekatan bioteknologi, yaitu melalui kombinasi metoda konvensional dan bioteknologi, sehingga dihasilkan galur padi Ciherang Wangi dalam waktu relatif lebih cepat dan akurat dari metoda konvensional biasa.

Perbaikan padi varietas Ciherang selain berkualitas juga aromatik/wangi merupakan perpaduan dua varietas padi antara varietas Ciherang dengan padi varietas Pandanwangi dengan potensi hasil rata-rata 6,28- 8,83 ton/ha(GKG). umur panen110 - 112 hari, dan tinggi tanaman117 cm, Sedangkan padi Ciherang wangi perpaduan padi varietas Ciherang dengan padi varietas Mentikwangi potensi hasil rata-rata 6,75- 8,13 ton/ha (GKG) Umur panen110 - 112 hari Tinggi tanaman140 cm. Kedua padi ciherang wangi tersebut memiliki kadar flavor/aroma 0.8093 ppb lebih tinggi dari Pandanwangi yang hanya 0.1956 ppb.
Kedua galur padi varietas wangi tersebut telah diuji daya hasil dibeberapa lokasi, yaitu Sukamandi, Subang, Jogjakarta, Muara dan Cipanas dan akan segera dilepas sebagai inovasi padi aromatik Varietas Unggul Baru.

"Padi Ciherang Wangi dapat diaplikasikan dimana saja tanpa mengurangi wangi nasinya dengan penanaman dan peneliharaannya sama dengan padi pada umumnya. Pengembangan inovasi biogen bukan hanya bermanfaat dan aman, tetapi juga inovasi tersebut harus tercapai sesuai yang dibutuhkan terutama dalam mewujudkankan program Kementerian Pertanian," tegas Mastur. SY